Indo Warta

Senin, 18 Mei 2026

Program TMMD Ubah Rumah Tidak Layak Huni Milik Khosinah Jadi Lebih Nyaman

 


Probolinggo, Senin 18 Mei 2026 - Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni milik Khosinah (70) warga di Dusun Klagin RT 18 RW 07 Desa Brabe, Kecamatan Maron, telah mencapai progres 90 persen. Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo terus memacu penyelesaian agar rumah tersebut segera layak ditempati.


Rumah Khosinah sebelumnya dalam kondisi memprihatinkan dengan dinding lapuk dan atap yang bocor saat hujan. Melalui program TMMD, rumahnya direnovasi secara menyeluruh mulai dari struktur bangunan hingga fasilitas dasar.


Letda Arm Ary selaku Danton Satgas TMMD Ke-128 dari Yon Armed 8/UY Jember memimpin langsung pengerjaan di lokasi. Ia bersama anggota Satgas dan warga bahu membahu mempercepat proses renovasi.


“Kondisi rumah Ibu Khosinah sudah mencapai 90 persen. Kami kebut bagian finishing berupa pemelesteran tembok agar beliau bisa segera menempati rumah yang lebih aman dan nyaman,” ujar Letda Arm Ary.


Gotong royong antara personel Satgas dan warga memperlancar pekerjaan setiap hari. Material seperti semen, bata, dan kayu diangkut secara bergotong royong untuk mempercepat progres di lapangan.


Khosinah menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas bantuan yang diberikan Satgas TMMD. Ia tidak menyangka rumahnya bisa diperbaiki hingga hampir selesai dalam waktu singkat.


Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo menjadikan program RTLH sebagai bentuk kepedulian kepada warga kurang mampu. Renovasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat.


Dengan sisa pekerjaan yang tinggal sedikit, Satgas optimistis rumah Khosinah dapat selesai tepat waktu. Kehadiran program ini menjadi bukti nyata kehadiran TNI dalam membantu masyarakat desa yang membutuhkan.  ***

Satgas TMMD Rutin Komsos dari Rumah ke Rumah Demi Perkuat Gotong Royong

 


Probolinggo, Senin 18 Mei 2026 - Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo melaksanakan komunikasi sosial sambil makan siang bersama warga di rumah Bapak Sanewi, Desa Brabe, Kecamatan Maron. Kegiatan ini menjadi salah satu cara untuk mempererat kebersamaan antara TNI dan masyarakat selama pelaksanaan program.


Suasana hangat dan kekeluargaan terlihat saat personel Satgas duduk bersama keluarga Bapak Sanewi. Percakapan ringan seputar pembangunan desa dan aktivitas sehari-hari mengalir tanpa sekat antara anggota TNI dan warga.


Serda Andi Firmansyah dan Koptu Dedy Santosa selaku anggota Satgas TMMD Ke-128 hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Keduanya berinteraksi aktif untuk mendengarkan masukan warga terkait program yang sedang berjalan.


Melalui komsos seperti ini, Satgas ingin memastikan hubungan dengan masyarakat tetap terjaga dengan baik. Kepercayaan dan kedekatan menjadi modal penting dalam mendukung kelancaran seluruh sasaran TMMD.


Bapak Sanewi menyampaikan rasa senang atas kunjungan personel Satgas ke rumahnya. Ia menilai kegiatan ini membuat warga merasa dihargai dan dilibatkan dalam program pembangunan desa.


Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo rutin melaksanakan komsos di berbagai rumah warga selama bertugas. Pendekatan humanis ini membantu mempercepat penyelesaian pekerjaan fisik di lapangan.


Kebersamaan yang terjalin diharapkan dapat memperkuat semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat. Hal ini sejalan dengan tujuan utama TMMD yaitu membangun kemanunggalan TNI dengan rakyat.


Dengan suasana yang akrab, Satgas optimistis dukungan warga terhadap program akan terus meningkat. Komsos makan siang bersama Bapak Sanewi menjadi bukti nyata bahwa TNI selalu hadir di tengah masyarakat (*)

Dukung Kelancaran TMMD, Tim Medis Kodim 0820 Pantau Kesehatan Masyarakat


Probolinggo, Senin 18 Mei 2026 - Tim medis Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo melaksanakan kegiatan komunikasi sosial sekaligus skrining kesehatan bagi warga di RT 18 RW 07 Desa Brabe, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini bertujuan memantau kondisi kesehatan masyarakat di sekitar lokasi program.


Pemeriksaan dilakukan langsung oleh Pelda Wahid dari Klinik Polkes 05-09-17 Probolinggo yang tergabung dalam Satgas TMMD Ke-128. Ia memeriksa tekanan darah, suhu tubuh, serta memberikan konsultasi kesehatan dasar kepada warga yang hadir.


Warga yang mengikuti skrining kesehatan antara lain Ibu Nia, Bapak Edi, Pak Seniman, Ibu Yuliatin, Ibu Sami, Ibu Sri Wahyuni, Ibu Mansur, Bapak Sumri, dan Bapak Ahmad. Mereka tampak antusias memanfaatkan layanan kesehatan gratis yang disediakan Satgas.


Pelda Wahid menyampaikan bahwa kegiatan ini penting untuk mendeteksi dini keluhan kesehatan warga. Menurutnya, banyak warga yang jarang memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan sehingga perlu dilakukan pendekatan langsung di desa.


“Kami hadir untuk memastikan warga tetap sehat selama kegiatan TMMD berlangsung. Skrining ini juga menjadi sarana mempererat komunikasi antara TNI dan masyarakat,” ujar Pelda Wahid.


Warga menyambut baik layanan kesehatan yang diberikan di tengah kesibukan pembangunan. Mereka merasa terbantu karena pemeriksaan dilakukan langsung di lingkungan tempat tinggal tanpa harus pergi jauh.


Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo menekankan bahwa aspek kesehatan menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran program. Kegiatan nonfisik seperti ini menjadi pelengkap dari sasaran fisik yang sedang dikerjakan.


Dengan terlaksananya skrining kesehatan, Satgas berharap kondisi warga tetap prima dan semangat gotong royong dalam membangun desa terus terjaga. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat. (*)

Jumat, 15 Mei 2026

Melalui Perintis, Bapas Jakarta Barat Bekali Klien Pemahaman dan Kesiapan Hidup Bermasyarakat

 


JAKARTA – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Jakarta Barat terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung keberhasilan reintegrasi sosial klien pemasyarakatan melalui Program Orientasi dan Reintegrasi Sosial (Perintis) Periode IV Bulan Mei Tahun 2026 yang dilaksanakan selama tiga hari secara bertahap dan berkelanjutan.


Dalam pembukaan kegiatan, Kepala Bapas Kelas I Jakarta Barat, RM Kristyo Nugroho, memberikan pengarahan kepada seluruh klien agar mengikuti rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh dan terbuka dalam menyampaikan permasalahan selama menjalani program reintegrasi sosial.


“Program ini dibuat untuk membantu saudara sekalian agar mampu mengenali potensi diri, memperbaiki kualitas hidup, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat. Ikuti kegiatan dengan baik dan manfaatkan kesempatan ini untuk berubah menjadi pribadi yang lebih positif dan produktif,” ujar Kabapas.


Pada hari pertama, klien mengikuti dua sesi bimbingan yaitu “Penggalian Potensi Diri” dan “Penggalian Bakat dan Minat Klien”. Melalui kegiatan seminar, peserta dibekali pemahaman untuk mengenali kemampuan, potensi, serta minat yang dimiliki guna mendukung keberhasilan reintegrasi sosial dan kesiapan menghadapi dunia kerja.


Selanjutnya pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan materi “Screening Kebutuhan” dan “Pembekalan Kerohanian”. Klien diberikan kesempatan menyampaikan berbagai kendala selama menjalani reintegrasi sosial melalui diskusi dan sharing session yang nantinya akan ditindaklanjuti bersama Pembimbing Kemasyarakatan (PK). Selain itu, klien juga mengikuti pembekalan kerohanian melalui ceramah agama dan doa bersama sebagai penguatan spiritual selama menjalani reintegrasi sosial.


Pada hari ketiga, kegiatan mengangkat tema “Membangun Komitmen Keluarga” dengan melibatkan keluarga atau wali klien sebagai penjamin program reintegrasi. Kegiatan ini bertujuan membangun dukungan dan komitmen bersama antara keluarga dan klien pemasyarakatan agar proses reintegrasi dapat berjalan secara optimal. Petugas juga memberikan penguatan kepada keluarga mengenai pentingnya dukungan lingkungan keluarga terhadap keberhasilan reintegrasi sosial klien.


Melalui Program Perintis, Bapas Kelas I Jakarta Barat berharap klien pemasyarakatan dapat lebih siap menjalani kehidupan bermasyarakat serta mampu menjadi pribadi yang lebih mandiri dan produktif. (*)

Rabu, 13 Mei 2026

Korem 083/Baladhika Jaya Ranked Third Best Satker in KPPN Malang Q1 Budget Evaluation

 


MALANG – The commitment of Korem 083/Baladhika Jaya to realizing transparent and accountable state financial governance has once again received recognition. Korem 083/Bdj earned an award as the Third Best Work Unit (Satker) in the category of budget ceilings above Rp150 billion during the First Quarter Budget Implementation Performance Evaluation for Fiscal Year 2026, organized by KPPN Malang.


The award was presented during the Press Release and Best Satker Award ceremony for Q1 FY 2026, held at the KPPN Malang Hall on Tuesday (May 12, 2026).


This achievement reflects Korem 083/Bdj’s strong commitment to building an orderly, efficient, and results-oriented budget management system in support of the unit’s core duties.


The Commander of Korem 083/Baladhika Jaya, Wahyu Ramadhanus Suryawan, stated that the award is the result of cooperation, discipline, and dedication from all personnel within Korem 083/Bdj.


“We are grateful for the recognition given by KPPN Malang. This serves as motivation for all members of Korem 083/Baladhika Jaya to continue improving transparent, effective, and accountable budget management,” said the Commander.


According to him, proper budget management plays a vital role in supporting the success of work programs and improving organizational performance.


“Every budget managed must be properly accounted for and must truly provide a positive impact on the execution of duties and service to the community,” he emphasized.


With this achievement, Korem 083/Bdj remains committed to maintaining professionalism and continuously improving the quality of state financial governance. (*)

Kamis, 07 Mei 2026

Acara Perpisahan dan Pelepasan Siswa SMK Negeri 1 Satui Angkatan 2026 Digelar di Makmur Mulia

 


Tanah Bumbu — Babinsa Makmur Jaya Serma Imam menghadiri acara Perpisahan dan Pelepasan Siswa SMK Negeri 1 Satui Angkatan Tahun 2026 berlangsung khidmat di Jalan Karya Bersama No.215, Desa Makmur Mulia, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi siswa kelas XII yang telah menyelesaikan masa belajar mereka. Kamis (07/05/2026)


Acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Satui, Kepala Desa Makmur Jaya, Kepala Desa Sungai Cuka, Ketua Komite Sekolah, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Bhabinkamtibmas, serta perwakilan dari PT PAMA, PT UT, dan PT KAI. Turut hadir pula wali murid siswa/siswi yang dilepas.


Kehadiran berbagai unsur pemerintahan, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan pihak perusahaan menunjukkan dukungan penuh terhadap dunia pendidikan di wilayah Satui. Acara ini juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antara sekolah, pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.


Dalam kesempatan lain, Danramil 1022-04/Satui Kapten Inf Gabriel menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan perpisahan dan pelepasan siswa SMK Negeri 1 Satui.


“Perpisahan ini bukan sekadar penanda berakhirnya masa belajar, tetapi juga awal perjalanan baru bagi para siswa. Kami berharap generasi muda Satui dapat terus berprestasi, berdisiplin, dan berkontribusi positif bagi bangsa. Koramil Satui siap mendukung setiap langkah pendidikan demi mencetak generasi penerus yang berkualitas,” ujar Danramil.


Beliau menambahkan bahwa dukungan dari semua pihak, baik pemerintah daerah, aparat, masyarakat, maupun perusahaan, sangat penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif. Dengan sinergi tersebut, diharapkan para siswa dapat tumbuh menjadi pribadi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan.


Acara perpisahan berjalan lancar, penuh semangat, dan mendapat apresiasi dari seluruh tamu undangan serta masyarakat yang hadir. ***

Kodim 1022/Tanah Bumbu Tegaskan Dukungan Infrastruktur Presiden

  


Tanah Bumbu — Kodim 1022/Tanah Bumbu terus melanjutkan progres pembangunan Jembatan Garuda di Desa Kampung Baru, Kecamatan Kusan Hilir. Tahapan pekerjaan saat ini difokuskan pada penyiapan material sebagai langkah penting dalam memperkuat pondasi dan struktur jembatan. Kamis (7/5/2026).


Kegiatan ini melibatkan personel Kodim 1022/Tanah Bumbu bersama masyarakat setempat. Sinergi antara aparat TNI dan warga desa menjadi kekuatan utama dalam mempercepat proses pembangunan sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap infrastruktur yang sedang dibangun.


Jembatan Garuda merupakan proyek strategis yang diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tanah Bumbu. Kehadiran jembatan ini akan menjadi sarana vital penghubung yang selama ini sangat dinantikan warga.


Dalam kesempatan itu, Pasiter Kodim 1022/Tanah Bumbu Kapten Inf Sandi Somantri menyampaikan bahwa progres pembangunan Jembatan Garuda menunjukkan komitmen nyata Kodim 1022/Tanah Bumbu dalam mendukung program pemerintah pusat.


“Penyiapan material adalah tahapan penting untuk memastikan kualitas konstruksi jembatan. Kodim 1022/Tanah Bumbu bersama masyarakat siap mendukung penuh pembangunan ini, karena Jembatan Garuda akan menjadi sarana vital yang membuka akses baru, memperlancar mobilitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Tanah Bumbu,” ujar Pasiter.


Pembangunan berjalan lancar dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat yang menantikan hadirnya jembatan sebagai penghubung antarwilayah. ***


Tokoh Masyarakat dan Aparat Hadiri Pembangunan SD Kristen Charis Bhetle

 


Tanah Bumbu — Babinsa Barokah Koramil 1022-01/Simpang Empat Sertu Yuda acara peletakan batu pertama pembangunan SD Kristen Charis Bhetle digelar di Jalan Veteran RT.07, Desa Baroqah, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya meningkatkan fasilitas pendidikan di wilayah tersebut. Kamis (7/5/2026)


Acara dihadiri oleh Kepala Desa Baroqah, Bhabinkamtibmas Polsek Simpang Empat, Kaur Pemerintahan Desa Baroqah, Pendeta, Korwil Simpang Empat ULWK, Ketua DAD Tanah Bumbu serta pengurus dan undangan lainnya.


Kehadiran berbagai unsur pemerintahan, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat menunjukkan dukungan penuh terhadap pembangunan sekolah yang diharapkan dapat menjadi pusat pendidikan berkualitas bagi generasi muda di Tanah Bumbu.


Dalam kesempatan lain, Danramil 1022-01/Simpang Empat Kapten Inf Joko Setio Permono menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan peletakan batu pertama tersebut.


“Pembangunan SD Kristen Charis Bhetle ini adalah langkah nyata dalam meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak di Desa Baroqah dan sekitarnya. Koramil Simpang Empat siap mendukung penuh setiap upaya yang bertujuan mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing,” ujar Danramil.


Beliau menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, aparat, tokoh masyarakat, dan pihak sekolah sangat penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif. Dengan dukungan bersama, diharapkan sekolah ini dapat menjadi wadah pembinaan generasi muda yang unggul.


Acara peletakan batu pertama berjalan lancar, penuh semangat, dan mendapat apresiasi dari seluruh tamu undangan serta masyarakat yang hadir. (*)

Senin, 04 Mei 2026

Hadapi Tantangan Zaman, Korem 083/Bdj Perkuat Karakter Prajurit lewat Semangat HEBAT

 


MALANG, 4 Mei 2026 – Kepala Staf Korem 083/Baladhika Jaya, Letkol Inf Rahmat Cahyo Dinarso, S.Hub.Int., M.M., memimpin Upacara Bendera rutin di Lapangan Makorem 083/Bdj, Jalan Bromo No.17, Kota Malang, Senin (4/5), yang diikuti seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil jajaran Korem 083/Baladhika Jaya.


Dalam kesempatan tersebut, Kasrem membacakan amanat tertulis Komandan Korem 083/Baladhika Jaya yang menekankan pentingnya menjaga ritme pengabdian di tengah tantangan tugas yang semakin dinamis, kompleks, dan multidimensional. Seluruh prajurit diingatkan untuk tidak cepat berpuas diri atas capaian satuan, melainkan terus meningkatkan kualitas kinerja dan profesionalisme.


Melalui amanat itu, Danrem 083/Baladhika Jaya mengajak seluruh jajaran untuk menanamkan semangat HEBAT—Humanis, Efektif, Bersinergi, Adaptif, dan Tangguh—sebagai karakter dasar dalam setiap pelaksanaan tugas. Nilai tersebut menjadi arah budaya kerja Korem 083/Bdj dalam menjawab tuntutan pengabdian yang semakin berkembang.


Selain penguatan karakter, perhatian serius juga diarahkan pada pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), pengelolaan anggaran yang akuntabel, serta disiplin organisasi yang harus terus dijaga sebagai bentuk tanggung jawab moral maupun institusional.


Di dalam amanatnya, Danrem menyoroti meningkatnya ancaman non-konvensional di ruang digital, mulai dari penyebaran hoaks, kejahatan siber berbasis kecerdasan buatan, judi online, hingga pinjaman daring ilegal. Karena itu, seluruh prajurit dituntut memiliki literasi digital yang baik, cerdas bermedia sosial, dan peka terhadap perkembangan lingkungan strategis.


Tidak hanya itu, kesiapan operasional, peningkatan kemampuan teknis keprajuritan, serta penguatan sinergi teritorial bersama Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat juga menjadi penekanan penting dalam membangun kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui program-program nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat.


Upacara yang berlangsung khidmat tersebut menjadi momentum konsolidasi moral dan semangat pengabdian seluruh personel Korem 083/Baladhika Jaya untuk terus melangkah HEBAT, menjaga profesionalisme, serta menghadirkan karya terbaik bagi bangsa, negara, dan rakyat. (*)

Sabtu, 02 Mei 2026

WNA Italia Dideportasi Usai Dorong Polisi di Denpasar

 


BADUNG – Seorang warga negara Italia berinisial GI (24) resmi dideportasi dari wilayah Indonesia oleh Kantor Imigrasi Ngurah Rai pada Selasa (28/04/2026) melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menggunakan maskapai Qatar Airways (QR963) tujuan Doha.


GI terlibat insiden konflik fisik dengan petugas Satuan Lalu Lintas Polresta Denpasar yang videonya sempat viral di platform TikTok dan Instagram pada 23 April 2026, sehingga memicu respons cepat dari aparat kepolisian dan imigrasi.


Berdasarkan data perlintasan, GI terakhir kali memasuki Indonesia pada 8 April 2026 menggunakan Visa Kunjungan melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Saat kejadian, ia masih memiliki Izin Tinggal Kunjungan (ITK) yang berlaku hingga 7 Juni 2026.


Insiden bermula pada Rabu (22/04/2026) sekitar pukul 13.00 WITA ketika petugas Satuan Lalu Lintas menghentikan GI di sekitar Jalan Gunung Agung, Pemecutan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara. Saat itu, ia mengendarai sepeda motor bersama pacarnya tanpa mengenakan helm.


Alih-alih menerima penindakan, GI justru melayangkan protes keras. Situasi kemudian memanas hingga ia mendorong petugas menggunakan satu tangan hingga petugas tersebut terjatuh. Seorang warga yang berada di lokasi merekam kejadian itu, dan videonya menyebar luas di media sosial sehari kemudian.


Merespons viralnya video tersebut, Polresta Denpasar segera menggerakkan tim gabungan yang terdiri dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) dan Satuan Intelijen Keamanan (Satintelkam). Berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi Ngurah Rai, aparat berhasil mengamankan GI pada Rabu pagi, 23 April 2026 sekitar pukul 11.00 WITA di kawasan Simpang Empat Jalan Gunung Agung–Jalan Mahendradatta, Denpasar.


Pada malam harinya, pukul 19.40 WITA, GI secara resmi diserahkan oleh Polresta Denpasar kepada Kantor Imigrasi Ngurah Rai untuk menjalani pemeriksaan keimigrasian lebih lanjut.


Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, menegaskan bahwa tindakan cepat tersebut merupakan hasil kolaborasi solid antarpenegak hukum.


“Sinergi yang terjalin dengan sangat baik antara jajaran Imigrasi Ngurah Rai dan Polresta Denpasar memastikan penanganan kasus ini berjalan efektif dan efisien. Kami langsung menindaklanjuti penyerahan yang bersangkutan dengan pemeriksaan intensif. Deportasi ini adalah wujud nyata bahwa kami tidak memberi ruang bagi pelanggaran hukum sekecil apa pun oleh warga negara asing di wilayah kedaulatan kita,” ujar Bugie.


Berdasarkan hasil pemeriksaan, GI mengakui seluruh kejadian sesuai fakta yang ada. Ia dinyatakan melanggar ketentuan Pasal 75 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, yakni melakukan kegiatan yang membahayakan keamanan dan ketertiban umum serta tidak menghormati peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Atas dasar itu, Kantor Imigrasi Ngurah Rai menjatuhkan Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) berupa deportasi serta mengusulkan nama GI masuk dalam daftar penangkalan.


Menanggapi insiden tersebut, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna, memberikan peringatan tegas kepada seluruh warga negara asing yang berada di Bali.


“Sangat disayangkan adanya tindakan perlawanan terhadap aparat penegak hukum yang sedang bertugas. Bali adalah destinasi wisata dunia, namun bukan berarti WNA bisa bertindak di luar aturan. Bagi siapa pun yang terbukti membahayakan keamanan, mengganggu ketertiban umum, serta tidak menghormati hukum yang berlaku di Indonesia, sanksi paling berat berupa pendeportasian dan penangkalan sudah menanti. Tidak ada kompromi untuk pelanggaran semacam ini,” tegas Sengky. (*)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done