Indo Warta

Senin, 23 Februari 2026

Dahan Pohon Serut Patah di Bukit Jati Samplangan, Polisi Sigap Lakukan Penanganan


GIANYAR – Peristiwa patahnya dahan pohon jenis serut terjadi di kawasan Bukit Jati, Lingkungan Samplangan, Kelurahan Samplangan, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Senin (23/2/2026) sekitar pukul 07.30 Wita. Dahan pohon berdiameter kurang lebih 10 sentimeter dengan tinggi sekitar 15 meter tersebut patah dan jatuh ke badan jalan sehingga sempat mengganggu arus lalu lintas serta aktivitas masyarakat sekitar.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, patahnya dahan pohon diduga akibat hujan yang mengguyur wilayah tersebut serta kondisi dahan yang sudah rapuh. Tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil dalam kejadian tersebut.


Saksi mata, Agus Kawadi Putradi (29), warga Lingkungan Samplangan, mengungkapkan bahwa dahan pohon tiba-tiba patah dan jatuh saat aktivitas masyarakat mulai meningkat pada pagi hari.


Menindaklanjuti laporan warga, Bhabinkamtibmas bersama Babinsa Kelurahan Samplangan segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan pengamanan area. Personel Piket Fungsi Polsek Gianyar yang dipimpin KSPK turut diterjunkan ke lokasi guna membantu proses penanganan.


Petugas kemudian berkoordinasi dengan perangkat kelurahan serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan pembersihan dan pemotongan dahan pohon yang patah agar tidak membahayakan pengguna jalan maupun warga sekitar. Arus lalu lintas yang sempat terganggu berhasil diatur dan kembali normal setelah proses evakuasi selesai.


Kapolsek Gianyar, I Made Adi Suryawan, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa jajarannya bergerak cepat begitu menerima laporan dari masyarakat.


“Kami langsung menerjunkan personel ke lokasi untuk melakukan pengamanan, pengaturan arus lalu lintas, serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna mempercepat proses pembersihan. Syukurlah dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil,” ujarnya.


Kompol I Made Adi Suryawan juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi pohon tumbang atau dahan patah, terutama saat cuaca ekstrem.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati ketika melintas di area yang terdapat pepohonan besar, khususnya saat hujan deras atau angin kencang. Apabila melihat potensi bahaya, segera laporkan kepada aparat setempat agar dapat segera ditindaklanjuti,” tegasnya.


Dengan penanganan cepat dan sinergi antara kepolisian, TNI, BPBD, serta perangkat kelurahan, situasi di lokasi kejadian dapat kembali aman dan kondusif. (*)

Minggu, 22 Februari 2026

Sinergi TNI dan Pendidikan Terwujud dalam Pembekalan Keterampilan KKRI di Tanah Bumbu

 


TANAH BUMBU — Kegiatan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) IV Tahun 2026 yang digelar Kodim 1022/Tanah Bumbu terus berlanjut dengan berbagai pembekalan keterampilan lapangan. Salah satu materi yang diberikan adalah cara menyeberangi sungai menggunakan teknik rayapan tali satu, yang disampaikan langsung oleh anggota Kodim 1022/Tanah Bumbu.


Materi ini ditujukan kepada peserta KKRI sebagai bekal pengetahuan praktis dalam mendampingi peserta. Selain melatih fisik dan mental, keterampilan ini juga menumbuhkan rasa percaya diri, keberanian, serta kemampuan bekerja sama dalam menghadapi tantangan di alam terbuka.


Dalam kesempatan tersebut, Pasiter Kodim 1022/Tanah Bumbu Kapten Inf Sandi Somantri, mewakili Dandim 1022/Tanah Bumbu Letkol Inf Zierda Aulia Salam, S.Hub.Int., M.H.I., menyampaikan bahwa pembekalan keterampilan lapangan merupakan bagian penting dari kegiatan KKRI.


“Materi menyeberangi sungai dengan rayapan tali satu bukan hanya melatih fisik, tetapi juga membentuk mental tangguh dan keberanian. Pembina KKRI dibekali keterampilan ini agar mampu mendampingi peserta dengan baik, sekaligus menanamkan nilai kedisiplinan, kebersamaan, dan semangat pantang menyerah. Kodim 1022/Tanah Bumbu berkomitmen untuk terus mendukung pembinaan generasi muda melalui kegiatan yang bermanfaat dan membangun karakter,” ujar Pasiter.


Ia menambahkan bahwa kegiatan KKRI merupakan wadah strategis untuk memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan dunia pendidikan dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, kreatif, dan berjiwa nasionalis.


Kegiatan pembekalan berlangsung tertib, penuh semangat, dan disambut antusias oleh para peserta. Kehadiran anggota Kodim dalam memberikan materi lapangan menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam mendukung pembinaan generasi muda Tanah Bumbu. (*)

Kodim 1022 Tanah Bumbu Tegaskan Komitmen Pembinaan Generasi Muda Lewat Perjusami

 


TANAH BUMBU — Kodim 1022/Tanah Bumbu menggelar Upacara Pembukaan Perkemahan Jumat, Sabtu, Minggu (Perjusami) bagi siswa-siswi SMK dan SMA dalam wadah Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) IV Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh khidmat dan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai sekolah di Kabupaten Tanah Bumbu. Sabtu (21/02/2026)


Perjusami Korps Kadet Republik Indonesia menjadi ajang pembinaan generasi muda untuk menanamkan nilai kedisiplinan, cinta tanah air, serta semangat kebersamaan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat karakter pelajar agar siap menghadapi tantangan masa depan dengan jiwa nasionalisme yang kokoh.


Dalam amanatnya, Dandim 1022/Tanah Bumbu Letkol Inf Zierda Aulia Salam, S.Hub.Int., M.H.I., menegaskan pentingnya kegiatan Perjusami sebagai sarana pembinaan generasi muda.


“Perjusami bukan sekadar kegiatan perkemahan, tetapi wadah untuk menumbuhkan disiplin, kebersamaan, dan semangat nasionalisme. Melalui Korps Kadet Republik Indonesia, kita ingin membentuk generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan siap menjadi penerus bangsa. Kodim 1022/Tanah Bumbu berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan positif yang membangun jiwa dan raga pelajar,” ujar Dandim.


Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan dunia pendidikan dalam membangun Tanah Bumbu yang maju, makmur, dan beradab.


Upacara pembukaan berlangsung tertib, penuh semangat, dan disambut antusias oleh para peserta. Kehadiran Dandim bersama jajaran Kodim 1022/Tanah Bumbu menjadi simbol dukungan nyata terhadap pembinaan generasi muda melalui kegiatan Korps Kadet Republik Indonesia. (*)

KKRI IV Tahun 2026 di Tanah Bumbu Bekali Peserta dengan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara

 


TANAH BUMBU — Kegiatan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) IV Tahun 2026 yang diselenggarakan Kodim 1022/Tanah Bumbu berlangsung selama tiga hari dengan penuh semangat kebersamaan. Ratusan peserta dari SMA dan SMK mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang untuk memperkuat karakter, disiplin, dan jiwa nasionalisme generasi muda.


Selama kegiatan, para peserta mendapatkan pembekalan berupa wawasan kebangsaan dan bela negara, kepemimpinan, sosialisasi bahaya narkoba, bijak dalam bermedia sosial, materi dari Dinas Pemadam Kebakaran mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana serta materi lain yang relevan dengan pembinaan generasi muda. Materi-materi tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga persatuan bangsa, menjauhi pengaruh negatif, dan memanfaatkan teknologi secara bijak.


Dalam kesempatan lain, Dandim 1022/Tanah Bumbu Letkol Inf Zierda Aulia Salam, S.Hub.Int., M.H.I., menegaskan bahwa KKRI merupakan wadah strategis untuk membentuk generasi muda yang tangguh dan berkarakter.


“KKRI bukan hanya kegiatan perkemahan, tetapi juga sarana pembinaan generasi muda agar memiliki disiplin, wawasan kebangsaan, serta kepedulian sosial. Melalui materi yang diberikan, kami ingin membekali para pelajar dengan nilai-nilai bela negara, kepemimpinan, dan kesadaran akan bahaya narkoba serta bijak dalam bermedia sosial. Kodim 1022/Tanah Bumbu berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan yang membangun jiwa nasionalisme dan karakter generasi penerus bangsa,” ujar Dandim.


Ia menambahkan bahwa kegiatan KKRI juga menjadi bentuk nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan dunia pendidikan dalam membangun Tanah Bumbu yang maju, makmur, dan beradab.


Kegiatan KKRI IV Tahun 2026 berlangsung tertib, penuh semangat, dan disambut antusias oleh para peserta. Kehadiran Dandim bersama jajaran Kodim 1022/Tanah Bumbu menjadi simbol dukungan nyata terhadap pembinaan generasi muda melalui kegiatan kebangsaan. (*)

Babinsa Koramil 0818/03 Kasembon Kebut Pembangunan KDKMP di Desa Kasembon

  


MALANG - Dalam rangka mendukung percepatan pembangunan di wilayah pedesaan, Babinsa Desa Kasembon, Serda Didit dari Koramil 0818/03 Kasembon, melaksanakan pengawasan sekaligus terjun langsung ke lapangan untuk mengawal dan mempercepat pembangunan KDKMP (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih) di Desa Kasembon, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang. (02/2026)


Kegiatan ini merupakan bentuk nyata peran aktif TNI AD melalui Babinsa dalam mendukung program pembangunan desa serta memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai dengan rencana, tepat waktu, dan berkualitas. Dengan kehadiran langsung di lokasi, Babinsa tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga ikut membantu tenaga di lapangan.


Serda Didit menyampaikan bahwa keterlibatan Babinsa dalam pembangunan KDKMP bertujuan untuk memastikan penggunaan material dan proses pembangunan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat Desa Kasembon.


“Sebagai Babinsa, kami hadir untuk melakukan pengawasan dan pengecekan pembangunan KDKMP ini sangat penting, agar selesai tepat waktu dan memberikan manfaat jangka panjang,” ujar Serda Didit di sela-sela kegiatan.


Pembangunan KDKMP di Desa Kasembon diharapkan dapat meningkatkan fasilitas penunjang aktivitas masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga. Dengan adanya percepatan pembangunan ini, masyarakat diharapkan dapat segera merasakan dampak positifnya, baik dari sisi infrastruktur maupun peningkatan kualitas lingkungan desa. (*)

Babinsa Gondowangi Turun ke Sawah, Dukung Ketahanan Pangan Nasional di Wagir


MALANG - Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Babinsa Desa Gondowangi, Serda Isman dari Koramil 0818/08 Wagiran, melaksanakan kegiatan tanam padi bersama para petani di desa binaannya, Desa Gondowangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. (02/2026)


Kegiatan tanam padi ini merupakan bentuk nyata pendampingan Babinsa kepada petani sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Serda Isman turun langsung ke sawah bersama para petani, membantu proses tanam padi mulai dari pengolahan lahan hingga penanaman bibit secara manual.


Serda Isman menyampaikan bahwa kehadiran Babinsa di tengah-tengah petani bertujuan memberikan motivasi dan semangat agar petani tetap optimis dalam mengolah lahan pertanian. Selain itu, pendampingan ini juga menjadi bagian dari tugas Babinsa dalam mendukung program pemerintah di bidang pertanian dan ketahanan pangan.


“Kami hadir untuk mendampingi dan membantu petani, sekaligus memastikan kegiatan tanam padi berjalan lancar. Harapannya, hasil panen nanti bisa meningkat dan kesejahteraan petani semakin baik,” ujar Serda Isman di sela-sela kegiatan.


Para petani Desa Gondowangi menyambut baik kehadiran Babinsa yang selalu aktif mendampingi mereka. Menurut salah satu petani, keterlibatan Babinsa memberikan semangat tersendiri dan menunjukkan bahwa TNI benar-benar peduli terhadap kondisi dan kebutuhan masyarakat, khususnya di sektor pertanian.


Kegiatan tanam padi bersama ini juga menjadi sarana memperkuat sinergi antara TNI, petani, dan pemerintah desa. Dengan adanya kerja sama yang solid, diharapkan berbagai kendala yang dihadapi petani, seperti pengolahan lahan, ketersediaan air, hingga perawatan tanaman, dapat diatasi secara bersama-sama.


Melalui pendampingan Babinsa Gondowangi, diharapkan hasil produksi padi di wilayah Kecamatan Wagiran dapat terus meningkat dan berkontribusi dalam menjaga stabilitas pangan di Kabupaten Malang. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti komitmen TNI AD dalam mendukung pembangunan di bidang pertanian serta mewujudkan desa yang mandiri, tangguh, dan sejahtera. (*)

Perkuat Karakter Pemuda, Koramil 0818/30 Tirtoyudo Hadiri FGD Wawasan Kebangsaan


MALANG - Bati Tuud Koramil 0818/30 Tirtoyudo Peltu Wahono, mewakili Danramil 0818/30 Tirtoyudo menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama Muspika Tirtoyudo dengan mengusung tema “Aktualisasi Wawasan Kebangsaan dalam Membangun Karakter Pemuda di Era Milenial” yang diselenggarakan di Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Kegiatan ini menjadi ruang dialog strategis untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan di kalangan generasi muda. (02/2026)


FGD tersebut dihadiri oleh unsur pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta perwakilan organisasi kepemudaan. Kehadiran aparat kewilayahan dari Koramil 0818/30 Tirtoyudo menunjukkan komitmen TNI dalam mendukung pembinaan generasi muda agar memiliki karakter kebangsaan yang kuat, berintegritas, dan berdaya saing di tengah tantangan global.


Dalam kesempatan itu, Peltu Wahono menyampaikan bahwa wawasan kebangsaan merupakan fondasi penting bagi pemuda dalam menghadapi derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi di era milenial. Nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI harus terus diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari agar tidak luntur oleh pengaruh negatif globalisasi.


“Pemuda adalah aset bangsa. Melalui kegiatan FGD seperti ini, diharapkan para pemuda mampu memahami dan mengamalkan wawasan kebangsaan secara nyata, baik dalam sikap, perilaku, maupun kontribusi positif di lingkungan masyarakat,” ujar Peltu Wahono.


Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pemaparan dan pandangan terkait tantangan pemuda saat ini, mulai dari pengaruh media sosial, degradasi nilai moral, hingga pentingnya peran pemuda sebagai agen perubahan. Para peserta juga diajak untuk merumuskan langkah konkret dalam membangun karakter pemuda yang nasionalis, toleran, dan berakhlak mulia.


Kegiatan FGD ini dinilai sangat relevan sebagai sarana edukasi dan pembentukan karakter, khususnya bagi generasi milenial yang menjadi tulang punggung pembangunan bangsa di masa depan. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembangnya pemuda yang cinta tanah air.


Melalui FGD “Aktualisasi Wawasan Kebangsaan”, diharapkan semangat nasionalisme di kalangan pemuda Kecamatan Tirtoyudo semakin kuat. Dengan karakter yang tangguh dan berwawasan kebangsaan, generasi muda diharapkan mampu berkontribusi aktif dalam menjaga persatuan serta mendorong kemajuan daerah dan bangsa secara berkelanjutan. (*)

Danramil Tumpang Hadiri Sinergitas Pemda, Program MBG Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Desa


MALANG - Komandan Koramil 0818/22 Tumpang Kapten Inf Mujiono, menghadiri kegiatan Sinergitas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang digelar di Aula Kecamatan Tumpang, Jalan Raya Malangsuko No. 1A, Desa Malangsuko, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan dihadiri sekitar 50 peserta dari berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat. (02/2026)


Kegiatan sinergitas tersebut diselenggarakan bersama anggota DPRD Kabupaten Malang dengan mengusung tema “Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai Katalisator Pertumbuhan Ekonomi di Desa Wilayah Kecamatan Tumpang.” Tema ini diangkat sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung program strategis pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa.


Dalam kesempatan tersebut, Kapten Inf Mujiono menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara TNI, pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, program MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, tetapi juga memiliki efek domino terhadap perputaran ekonomi di tingkat desa.


“Program Makan Bergizi Gratis ini sangat strategis. Selain meningkatkan kualitas sumber daya manusia, juga mampu menggerakkan ekonomi lokal melalui pemanfaatan bahan pangan dari desa,” ujar Kapten Inf Mujiono.


Ia menambahkan, TNI melalui jajaran kewilayahan, khususnya Babinsa dan Koramil, siap mendukung dan mengawal pelaksanaan program pemerintah agar berjalan optimal, tepat sasaran, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.


Sementara itu, perwakilan DPRD Kabupaten Malang Drs.Abdul Rokim (Komisi III DPRD Kab Malang) dalam paparannya menyampaikan bahwa keberhasilan program MBG sangat bergantung pada sinergi seluruh pemangku kepentingan. Dukungan dari aparat kewilayahan dinilai penting untuk memastikan program berjalan aman, tertib, dan berkelanjutan.


Kegiatan yang berlangsung di Aula Kecamatan Tumpang ini juga menjadi forum diskusi interaktif, di mana para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan masukan, saran, serta pandangan terkait implementasi Program Makan Bergizi Gratis di wilayah Kecamatan Tumpang.


Melalui kegiatan sinergitas ini, diharapkan terbangun koordinasi yang solid antara seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat, Program Makan Bergizi Gratis di Kecamatan Tumpang diharapkan mampu menjadi katalisator nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Malang secara berkelanjutan. (*)

Sabtu, 21 Februari 2026

Kolaborasi TNI/Polri dan Komunitas WNA Bersihkan Pantai Kedonganan

 


DENPASAR - Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, organisasi lingkungan Sungai Watch menggelar aksi bersih pantai di kawasan Pantai Kedonganan, Kabupaten Badung. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap persoalan sampah pesisir sekaligus tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Lingkungan Hidup RI dalam pelaksanaan Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).


Badung - Aksi bersih pantai tersebut melibatkan unsur TNI/Polri, masyarakat Desa Adat Kedonganan, komunitas warga negara asing (WNA) _Clean Up Bali_, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala), serta berbagai komunitas lingkungan lainnya. Kolaborasi lintas elemen ini mencerminkan semangat gotong royong dalam menjaga kebersihan dan kelestarian alam Bali sebagai destinasi wisata dunia. Dari hasil kegiatan, berhasil dikumpulkan sebanyak 1.059,09 Kg sampah plastik yang selanjutnya dibawa ke fasilitas pemilahan Sungai Watch untuk diolah menjadi produk daur ulang dan bagaimana kita harus memilah dan memahami jenis plastik yang telah mencemari laut kita.


Pantai Kedonganan dipilih karena merupakan salah satu wilayah yang setiap tahun terdampak sampah kiriman, khususnya pada periode November hingga Februari akibat pengaruh angin muson dan arus laut. Kondisi tersebut menjadikan kawasan ini prioritas penanganan agar tidak mengganggu ekosistem pesisir maupun kenyamanan wisatawan.


I Made Dwi Bagiasa selaku _Field Manager Sungai Watch_ menyampaikan bahwa tidak hanya melakukan aksi bersih-bersih, Sungai Watch juga melakukan pemilahan serta pengolahan sampah plastik menjadi produk daur ulang yang bermanfaat. 


"Kami dari Sungai Watch akan mengolah sampah plastik menjadi produk daur ulang. Langkah ini menjadi bagian dari solusi berkelanjutan dalam pengelolaan sampah, sehingga upaya penanganan tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih dan pengumpulan semata". Ungkapnya saat melaksanakan bersih pantai Kedonganan (Sabtu,21/2/2026).


Kehadiran komunitas WNA dalam kegiatan ini sebagai bentuk partisipasi aktif masyarakat internasional yang dilandasi kecintaan terhadap Bali. Mereka turut ambil bagian sebagai wujud tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan.


Selain kegiatan pembersihan, juga dilaksanakan sosialisasi dan edukasi oleh pihak Sungai Watch kepada masyarakat terkait pentingnya pemilahan dan pengelolaan sampah mulai dari hulu. Edukasi ini diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat bahwa permasalahan sampah harus ditangani mulai dari sumbernya.


Wayan Sutarja selaku Bendesa Adat Kedonganan menyampaikan bahwa kolaborasi antar instansi dan elemen masyarakat sangat penting untuk menjaga kelestarian lingkungan, khususnya kawasan wisata Pantai Kedonganan. Ia menegaskan dukungan penuh dengan melibatkan masyarakat adat Kedonganan guna menumbuhkan kesadaran dan memperkuat komitmen bersama menjaga kebersihan pantai secara berkelanjutan. (*)

Jumat, 20 Februari 2026

Diduga Jadi Sarana Distribusi Timah Ilegal, Kapal di Bangka Selatan Diamankan Bareskrim Polri

 


Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri terus mendalami kasus dugaan penyelundupan pasir timah ilegal ke Malaysia. Dalam pengembangan terbaru, penyidik menyita satu unit kapal berikut mesin tempel yang diduga digunakan sebagai sarana pengangkutan pasir timah dari wilayah Bangka Selatan.


Penyitaan dilakukan di kawasan Dermaga Kubu, Toboali, Kabupaten Bangka Selatan. Kapal tersebut diduga berperan sebagai alat angkut awal yang membawa pasir timah dari daratan menuju titik temu di tengah laut, sebelum kemudian dipindahkan ke kapal lain berkapasitas lebih besar untuk diberangkatkan ke Malaysia.


Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Pol Irhamni, menegaskan bahwa penyitaan ini merupakan hasil pengembangan dari perkara penyelundupan pasir timah seberat 7,5 ton yang sebelumnya terungkap.


“Kapal ini merupakan barang bukti baru hasil pengembangan penyidikan. Fungsinya sebagai sarana pengangkut dari darat ke tengah laut, kemudian muatan dipindahkan ke kapal lain untuk diberangkatkan ke Malaysia,” jelas Brigjen Pol Irhamni.


Kasus ini berawal dari pengungkapan penyelundupan pasir timah sebanyak 7,5 ton yang dikirim secara ilegal ke Malaysia pada 13 Oktober 2025. Dalam peristiwa tersebut, sebanyak 11 anak buah kapal (ABK) diamankan oleh otoritas maritim Malaysia karena menggunakan perahu fiberglass tanpa nomor registrasi serta tidak dilengkapi dokumen perjalanan maupun dokumen muatan.


Kesebelas ABK tersebut kemudian dipulangkan ke Indonesia melalui Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center pada 29 Januari 2026.


Selain kapal dan mesin tempel, penyidik juga telah mengamankan sejumlah barang bukti lain, termasuk pasir timah seberat 50 kilogram yang sebelumnya disisihkan oleh otoritas Malaysia. Meski demikian, total muatan yang berhasil diselundupkan dalam satu kali pengiriman mencapai 7,5 ton.


“Barang bukti yang disisihkan sebanyak 50 kilogram, namun dalam sekali pengiriman jumlahnya mencapai 7,5 ton,” ujar Brigjen Pol Irhamni.


Penyidik juga menyita sejumlah alat komunikasi yang digunakan para pelaku. Barang bukti tersebut saat ini masih dianalisis guna menelusuri jaringan serta mengungkap aktor utama yang diduga berada di wilayah Kabupaten Bangka Selatan.


Polri menegaskan komitmennya untuk terus mengusut tuntas praktik perdagangan timah ilegal lintas negara dan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (*)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done