Indo Warta: Depok
Tampilkan postingan dengan label Depok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Depok. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 November 2018

Pelajar SMK di Depok Dapat Penyuluhan Tertib Lalu Lintas



DEPOK  - Puluhan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Perjuangan antusias mengikuti penyuluhan dan sosialisasi Undang-Undang Lalu Lintas No 22 Tahun 2009, yang digelar di aula sekolah, Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas, Depok, Jumat (9/11/2018).

Kegiatan ini dalam rangka program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 103 Kodim 0508/Depok, dengan sasaran non fisik.

Penyuluhan yang menghadirkan narasumber dari Satlantas Polresta Depok, AKP Rasman, dihadiri pula oleh kepala Sekolah dan para guru pembimbing.

AKP Rasman dalam paparannya menyampaikan pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan saat berkendara.

Beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum berkendara, dijelaskan Rasman secara gamblang kepada para pelajar.

"Kita harus tertib dimulai dari diri sendiri. Jadi, sebelum berkendara harus disiapkan kondisi fisik dan kondisi kendaraan," kata Rasman.

Sebelum berkendara, kata Rasman, fisik kita harus sehat dan tidak dalam keadaan mengantuk atau mabuk. Gunakan jaket, helm standar dan sepatu sebagai pengaman diri, dan lengkapi surat-surat kendaraan seperti SIM, dan STNK.

"Kendaraan tidak boleh dimodifikasi sembarangan. Semuanya harus standar agar tidak membahayakan," kata Rasman.

Selain itu, kata dia, pengendara juga harus memiliki surat izin mengemudi (SIM), bagi yang sudah cukup umur dan menggunakan kendaraan bermotor saat sekolah.

"Kalau tidak punya SIM lebih baik mengunakan angkutan umum atau ojek on line, dari pada melanggar peraturan lalu lintas, sehingga akan ditindak dengan penilangan," katanya.

Ia berharap, penyuluhan dalam rangka sasaran non fisik TMMD ke 103 ini, mampu diaplikasikan oleh para pelajar dengan penuh kesadaran, sehingga dapat mengurangi terjadinya kecelakaan lalu lintas. (dpk)

Minggu, 04 November 2018

Kodim Depok Ajarkan Bahasa Inggris ke Pelajar Dalam TMMD 103



Depok - Dengan menggandeng mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Kodim 0508/Depok kembali menyelenggarakan bimbingan dan kursus bahasa Inggris gratis kepada puluhan pelajar SMP Al Istikomah, Jalan Jembatan Serong, Cipayung, Kota Depok, Sabtu (3/11/2018).

Pasiter Kodim 0508/Depok Kapten Inf Ibrahim mengatakan, bimbingan dan kursus bahasa Inggris gratis tersebut adalah bagian TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 103 Kodim Depok dengan sasaran non fisik.

"Tujuannya, agar para pelajar dapat menguasai bahasa Inggris. Dengan demikian memudahkannya beraktivitas, baik aktivitas ekonomi, pendidikan, budaya dan lain sebagainya," kata Ibrahim.

Ia menjelaskan, jika anak mahir berbahasa Inggris, terbuka peluang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Selain itu juga mempermudah mendapatkan pekerjaan.

Oleh sebab itu, ia mengajak kepada para pelajar, untuk mau menggali potensi yang dimilikinya, mengikuti bimbingan atau kursus bahasa Inggris secara gratis.

Fadli (13), salah satu peserta kursus bahasa Inggris gratis, menanggapi positif bimbingan yang diberikan Sofia Nurhalida, pengajar dari UI.

Menurutnya, kursus bahasa Inggris gratis program TMMD ini tidak membosankan. Pasalnya, dalam pemberian materi kepada peserta kursus, diselingi dengan tawa dan canda. (dpk)

Jumat, 02 November 2018

Siswa Siswi SMP PGRI Depok Dapatkan Penyuluhan Akan Bahaya Narkoba


DEPOK - Dengan menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN), Koramil 01/Pancoran Mas, Kodim 0508/Depok menyelenggarakan penyuluhan mengenai penyalahgunaan narkoba kepada puluhan pelajar SMP PGRI, Jalan Merpati Raya, Depok Jaya, Pancoran Mas, Depok, Kamis (1/11/2018). Penyuluhan diberikan di halaman sekolah.

Babinsa Kelurahan Depok Jaya Koramil 01/Pancoran Mas, Serda Engki Nugroho mengatakan, kegiatan penyuluhan dengan menggandeng BNN tersebut adalah bagian TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 103 Kodim Depok, dengan sasaran non fisik.

“Tujuannya, agar para pelajar mengetahui bahaya penyalahgunaan narkoba dan mampu mengantisipasinya,” kata Engki.

Sebab, kata dia, bahaya narkoba terus mengancam para pelajar dan mulai marak di Pancoran Mas.

“Kami harap para pelajar bisa menghindari bahaya penyalahgunaan narkoba dan dapat mengetahui jika ada siapapun yang menawarkan narkoba, dengan cara menolaknya,” kata Engki.

Sementara itu, Saskia, petugas penyuluhan dari BNN mengatakan dengan apa yang dipaparkannya ini diharapkan para pelajar bukan saja dapat mengantisipasi bahaya narkoba bagi dirinya, tetapi juga menyebarkan ke rekan-rekanya mengenai bahaya narkoba dan mengajak mereka menjauhi narkoba.

“Sehingga para pelajar ini menjadi duta anti narkoba bagi pelajar lain dan masyarakat lainnya,” ujar Saskia.

Selain itu, dia berharap agar para pelajar tidak ragu melaporkan ke polisi atau pihak berwajib atau juga ke TNI jika mengetahui ada peredaran narkoba di suatu wilayah atau bahkan di sekolah. (dpk)

Sumber: Penrem Timur

Rabu, 31 Oktober 2018

Panglima TNI : Peran Mahasiswa Penting Dalam Membangun Bangsa



DEPOK - Sejarah Indonesia telah mencatat dengan tinta emas, bahwa Pemuda, termasuk juga para Pelajar dan Mahasiswa, memiliki andil yang sangat penting dalam perjuangan mencapai kemerdekaan hingga menjadi negara yang berdaulat seperti saat ini. Selain berjuang secara patriotik dengan mengandalkan kekuatan fisik dan bersenjatakan sederhana, Pemuda juga berjuang dengan intelektualitas melalui ide-ide pemikiran dan gagasan yang berani, siap menempuh resiko apapun demi kemerdekaan.

Demikian sambutan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. yang dibacakan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., pada pertemuan lima elemen pemangku kepentingan “Penta Helix”, bertempat di Balairung Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Rabu. (31/10/2018).

Universitas Indonesia (UI) menggagas ajang pertemuan lima elemen pemangku kepentingan atau Penta Helix yaitu Universitas, Pemerintah, Industri, Media dan Masyarakat dalam bentuk kegiatan “I-Gov UI Expo 2018, dengan tema “Sinergi Bangsa Menuju Indonesia Mandiri”.

Menurut Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., maju mundurnya bangsa Indonesia tergantung pada generasi muda, dalam hal ini mahasiswa merupakan ujung tombak kehidupan berbangsa dan bernegara. Mahasiswa harus mampu menumbuh kembangkan sensivitas dan daya kritis terhadap kehidupan masa depan bangsa Indonesia.

“Selaku generasi muda diharapkan mampu memahami esensi Kepemimpinan Ideal dan Sejarah Kepemimpinan di Indonesia dihadapkan dengan karakter bangsa yang dalam hal ini tidak terlepas dari nilai-nilai luhur Pancasila, serta senantiasa memegang teguh 4 (empat)konsensus Nasional yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI Harga Mati,” kata Panglima TNI.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengajak seluruh mahasiswa dimanapun berada untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan kemajuan, menyongsong revolusi industri keempat, serta menyambut inovasi teknologi yang berubah begitu cepat. “Tantangan global mengharuskan mahasiswa untuk semakin cerdas, kreatif, inovatif dalam merespons perubahan-perubahan yang ada. Perubahan yang terjadi adalah tantangan yang tidak bisa kita hindari dan harus dijawab dengan peningkatan kualitas dan produktivitas khususnya dibidang pendidikan,” jelasnya.

Selanjutnya Panglima TNI menyampaikan bahwa memasuki era revolusi industri 4.0 atau disebut juga sebagai era disruptif, transformasi pada berbagai bidang dipicu oleh inovasi disruptif yang secara serta merta merubah paradigma yang telah ada sebelumnya, menjadi suatu paradigma yang benar-benar baru dan tidak pernah diduga sebelumnya.

“Karakteristik utamanya adalah perubahan yang tidak pernah terduga pada faktor kecepatan, skala dan kekuatan. Jika hal-hal tersebut dikaitkan dengan karakteristik lingkungan strategis maka asimetri perang juga akan bertransformasi pada aspek kecepatan atau speed, jangkauan dan daya hancur,” ungkapnya.

Ditambahkan oleh Panglima TNI bahwa meski era disrupsi dan revolusi industri 4.0 yang merupakan suatu peradaban baru manusia, namun dalam setiap kemajuan selalu memiliki paradoks yang berbentuk ancaman. Beberapa diantaranya yang paling signifikan adalah ancaman cyber threats, ancaman biologi dan ancaman kesenjangan.

“Untuk menghadapinya para mahasiswa Universitas diperlukan upaya sejak dini secara bersinergi, terintegrasi dan berkesinambunganoleh seluruh komponen bangsa melalui penguatan 4 (empat) konsensus kebangsaan, serta peningkatan kualitas kesadaran bela negara sebagai nilai-nilai dasar yang akan mendorong perwujudan semangat Nasionalisme dan Patriotisme,” ujar Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.   (Puspen TNI).

Selasa, 30 Oktober 2018

Pengerjaan Fisik TMMD di Depok Sudah Mencapai 40 Persen



Depok - Pengerjaan dua sasaran fisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 103 di Depok, berupa pengerasan Jalan Lembah Griya, di RW 9, Kelurahan CIpayung Jaya, dan normalisasi Kali Baru di RW 10, Kelurahan Cipayung Jaya, selama dua pekan ini atau sejak 16 Oktober lalu hingga Senin (29/10/2018), pencapaiannya sudah 40 persen.

Ini artinya masih ada 60 persen sisa pengerjaan yang harus diselesaikan Satgas TMMD selama dua pekan terakhir.

Hal itu dikatakan Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 103 di Depok, Letkol Inf Iskandarmanto, Senin (29/10/2018).

"Setelah dua pekan pengerjaan, baik pengerasan jalan dan normalisasi kali, dua-duanya sudah mencapai 40 persen. Ini cukup baik karena tepat waktu dan sesuai perkiraan," kata Iskandarmanto, Senin.

Ia optimis pengerjaan pengerasan jalan dan normalisasi kali, akan rampung dalam dua minggu ke depan.

"Pencapaian ini cukup menggembirakan karena menandakan giat TMMD di Cipayung, Depok, berjalan sangat baik dan tanpa kendala berarti," katanya.

Bahkan bukan tak mungkin menurut Iskandarmanto penyelesaian dua sasaran fisik ini akan rampung lebih awal dari target yang ditentukan.

"Ini semua bisa terjadi karena adanya kekompakan antara Satgas TMMD dengan warga sekitar. Ini juga menandakan bahwa di Depok, TNI manunggal dengan rakyat," kata Iskandarmanto yang juga Komandan Kodim 0508/Depok.

Ia mengatakan dari hasil pemeriksaan pihaknya ke dua lokasi sasaran fisik diketahui pengerjaan dilakukan sangat maksimal.

"Kami harap semua yang dikerjakan ini benar-benar bermanfaat bagi warga dan hasilnya bisa dirasakan," kata Iskandarmanto.

Menurut Iskandarmanto ditentukannya dua titik pengerjaan fisik TMMD ini setelah pihaknya melalui Babinsa setempat menerima laporan warga dan langsung menjalin koordinasi dengan warga.

"Jadi memang ada permintaan warga untuk pengerjaan jalan dan normalisasi sungai di Cipayung Jaya. Dari sana kemudian, kami sampaikan ke Pemkot Depok. Hingga akhirnya ditentukanlah daerah ini menjadi titik pengerjaan fisik dalam TMMD," katanya.

Karenanya kata dia dukungan warga atas pengerjaan fsik yang dilakukan Satgas TMMD cukup luar biasa.

Bahkan untuk pengerasan jalan, kata dia, ada tiga warga yang merelakan lahannya dipakai menjadi jalan umum, agar ruas jalan yang dikerjakan bisa dilintasi kendaraan roda empat ke depannya.

"Kami sangat mengapresiasi atas pengorbanan yang dilakukan warga dengan merelakan sebagian lahannya menjadi jalan umum yang akan dibeton. Sikap dan karakter yang lebih mengedepankan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi seperti para warga ini, idealnya menjadi sikap dan karakter kita semua," katanya.   ( (korem timur)

TMMD 103 Depok Membagikan Kacamata Baca Gratis


DEPOK - Selain melakukan pengerjaan fisik pengerasan jalan dan normalisasi kali, Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 103 di Depok juga memberikan pemeriksaan kesehatan gratis dan pembagian kacamata baca gratis kepada warga.

Pemeriksaan kesehatan dan pembagian kacamata baca gratis tersebut, digelar di pos ronda yang baru saja rampung direnovasi oleh Satgas TMMD, Senin (29/10/2018).

Yakni pos ronda di Lembah Griya, Raga Jaya, Bojonggede, di dekat lokasi pengerasan jalan yang dikerjakan Satgas TMMD di RW 9, Kelurahan Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung, Depok.

Kegiatan bhakti sosial ini digelar Satgas TMMD bekerjasama dengan Yayasan Dian Mandiri.

Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0508/Depok Kapten Inf Ibrahim yang juga pengawas giat TMMD ke 103 Depok mengatakan, kegiatan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan dan pembagian kacamata gratis ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat.

Menurutnya warga sekitar cukup antusias menyambut bhakti sosial yang dilakukan Satgas TMMD. Ini terbukti dengan adanya ratusan warga yang mendatangi pos pemeriksaan kesehatan gratis dan pembagian kacamata gratis.

"Ada sekitar 150 warga yang hadir. Sebanyak 75 warga melakukan pemeriksaan kesehatan ditambah 70 warga yang mendapatkan kacamata baca gratis. Mereka rata-rata merupakan warga lembah griya baik yang berasal dari Kelurahan Cipayung Jaya dan dari Ragajaya, Bojonggede," kata Ibrahim.

Menurut Ibrahim rata-rata warga yang melakukan pemeriksaan kesehatan gratis serta mendapat kacamata baca gratis ini adalah warga kurang mampu yang tinggal di sekitar lokasi pengerasan jalan yang dikerjakan Satgas TMMD.

"Untuk pemeriksaan kesehatan gratis ini, kami siapkan dokter dan perawat dari poliklinik kesehatan Kodim dengan jumlah total 5 orang," katanya.   (pendim Depok)
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done