Indo Warta: Sanggau
Tampilkan postingan dengan label Sanggau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sanggau. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 November 2018

Tim Patroli Satgas Yonif 511/DY Kembali Amankan Barang iiegal dari Malaysia




SANGGAU -  Tim Patroli Satgas Yonif 511/DY yang dipimpin oleh Letda Kav Sujirman kembali mengamankan berbagai barang ilegal dari Malaysia di dekat patok perbatasan G 404, Kab. Sanggau, Kalimantan Barat, Kamis (22/11/18) malam.

Melalui sambungan teleponnya, Sujirman menyampaikan kronologis kejadiannya kepada kami.

Menurutnya, kejadian bermula saat dirinya memimpin patroli di jalan tikus, tepatnya di dekat patok G 404, melihat ada 2 orang mencurigakan menggunakan sepeda motor dengan membawa barang.

"Setelah itu kami laksanakan pengecekan dan ternyata barang-barang yang mereka bawa merupakan barang ilegal yang dibawa dari Malaysia," ujarnya.

ia menambahkan, selanjutnya untuk pelaku yang bernama Rais (34) dan Cas (33) dibawa ke  Pos Guna Bair untuk dimintai keterangan selanjutnya.

"Adapun barang ilegal yang diamankan berupa 50 slop rokok, 2 dus hati ayam, 8 dus ikan bawal dan 20 dus ikan patin, serta 2 motor milik pelaku yang tanpa tanpa dilengkapi surat-surat," kata Sujirman. (penrem81)

Rabu, 31 Oktober 2018

Satgas Pamtas Yonif 511/DY Jadi Guru Di Perbatasan RI-Malaysia


Sanggau - Batalyon Infanteri 511/Dibyatara Yodha yang saat ini sedang melaksanakan tugas pengamanan perbatasan di Wilayah Entikong, Kalimantan Barat selain memberikan pengetahuan wawasan kebangsaan juga sekaligus menjadi guru bagi siswa sekolah Dasar di Dusun Gun Jemak Desa Suruh Tembawang.
Seperti yang dilakukan para personel Satgas Pamtas ketika tim Dispenad bekunjung ke dusun tersebut, Selasa (30/10/2018).

Dusun yang hanya dapat di tempuh dengan menyusuri sungai Muruas menggunakan perahu sampan dan sepada motor trail dari Kabupaten Entikong selama empat jam karena medan yang dilalui sangat terjal dan licin terlebih jika hujan mengguyur wilayah tersebut karena akses jalan untuk kendaraan roda empat belum tersedia.

Kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh para personel Satgas Pamtas 511/DY ini disebabkan keterbatasan guru yang ada di daerah tersebut. Komandan Satgas Pamtas Yonif 511/DY Letkol inf Jadi menyampaikan, terdapat 29 pos yang menjadi area tanggung jawabnya di sektor barat. " Di setiap pos mempunyai tanggung jawab terhadap wilayah/desa yang berada di pos tersebut. Kami selalu menekankan kepada anggota untuk membantu kesulitan masyarakat diminta maupun tidak diminta seperti menjadi guru pengajar di sekolah ini," ujar Letkol Jadi.


Letda Inf. Gatot Primadasa selaku Komandan Pos Gutem Bawang, selalu aktif memberikan materi-materi pelajaran umum serta wawasan kebangsaan kepada para siswa. " Kami rutin turun ke dusun dan desa untuk membantu sebagai tenaga pengajar di dusun ini, keterbatasan tenaga pengajar membuat kami merasa terpanggil untuk memberikan materi pelajaran umum serta wawasan kebangsaan di daerah yang merupakan wilayah perbatasan ini, " ujar Alumni Akmil 2017.

Di Desa Suruh Tembawang sendiri hanya satu Sekolah Dasar Negeri dan belum ada sekolah lanjutan tingkat pertama ( SMP) terlebih lagi sekolah lanjutan tingkat atas (SMA). Seperti diungkapkan Kepalas Sekolah SD Negeri 16 Gun Jemak Sofyanus bahwa hanya ada satu sekolah di desa Suruh Tembawang ini.    (Pendam Tpr)

Minggu, 28 Oktober 2018

Hujan Tidak Surutkan Semangat Prajurit Tanjungpura, Terus Buka jalan


Sanggau – Meskipun kondisi cuaca terus menerus hujan, namun hal itu tidak menyurutkan semangat para Prajurit Kodam XII/Tanjungpura bersama warga masyarakat Desa Bagan Asam untuk tetap melakukan pembuatan jalan, yang menghubungkan desa terisolir, yakni Desa Bagan Asam dengan Desa Teraju.

Hal tersebut dilakukan Prajurit Kodam XII/Tpr, dalam rangka mewujudkan mimpi warga Desa Bagan Asam yang selama ini hidup dalam keterisolasian. Puluhan tahun mereka hidup mengandalkan sampan sebagai alat transportasi. Dan itu memerlukan biaya yang cukup tinggi. Selama ini, untuk bisa sampai ke kecamatan saja mereka harus mengeluarkan biaya yang cukup mahal dan perlu waktu yang cukup lama.

Memasuki hari ketiga belas, Sabtu 27 Oktober, pengerjaan pembuatan jalan di Desa Bagan Asam, Prajurit Kodam XII/Tpr bersama warga Desa Bagan Asam, sudah berhasil membuka jalan sepanjang 4.5 Kilo Meter dari target 19,8 Kilo Meter. Mereka bergotong royong tanpa mengenal lelah demi terbukanya jalan yang puluhan tahun didambakan Masyarakat Desa Bagan Asam.  (tpr)
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done