Indo Warta: Sumut
Tampilkan postingan dengan label Sumut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sumut. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 November 2018

Satu Dari Para Perompak Dilaporkan Tewas Dalam Penyergapan Di Perairan Pelabuhan Belawan


BELAWAN - (23/11), Lima orang perompak kapal yang terkenal sadis dan sering meresahkan Warga Nelayan Belawan akhirnya roboh tak berkutik dalam penyergapan yang dilakukan Tim VBSS Satrol Lantamal I diperairan jalur masuk Pelabuhan Belawan.

Naas bagi kelima perompak, yang kali ini naik keatas kapal Nelayan Pukat Teri KM. Deli GT.10 yang pulang melaut dengan membawa hasil tangkapan selama 12 hari dilaut. Setibanya diperairan masuk alur Belawan, kelima perompak yg masing-masing menggunakan senjata laras panjang berjenis AK-47 ini langsung berniat menguras seluruh hasil tangkapan kapal dengan tidak segan-segan melukai ABK kapal.

Secara visual Tim VBSS Satrol Lantamal I yg biasa melakukan Patroli rutin dengan menggunakan dua kapal patroli sekitar alur masuk Pelabuhan Belawan melihat kejanggalan aneh pada kapal nelayan pukat teri yang berpapasan dengan kedua kapal Patroli Tim. Tanpa menunggu lama, Tim VBSS langsung memutar balik arah kekapal Nelayan tersebut dan meminta agar kapal Nelayan menghentikan mesin. Kelima Perompak yang sudah mengetahui kedatangan kapal Patroli VBSS ini tanpa basa basi langsung melakukan perlawanan dengan menembaki kearah Kapal petugas, akhirnya baku tembak pun tidak bisa dihindari. mengetahui telah terjadi adanya baku tembak, secara spontan kedua kapal tim patroli VBSS ini terus melakukan pengejaran. Alhasil, satu kapal patroli VBSS berhasil merapat kedinding lambung kanan kapal Nelayan dan berhasil menaiki kapal tersebut. diatas, baku tembak jarak dekat pun terus terjadi, dengan hasil satu perompak tewas ditembak, mengetahui satu rekan perompak roboh, keempat perompak tersebut langsung lari dan ingin menceburkan diri kelaut, tetapi dengan sigap Tim VBSS berhasil mengamankan keempat perompak tersebut.

Hal ini merupakan skenario dari Latihan VBSS (Visit, Board, Search, and Seizure) Tahun 2018 Satrol Lantamal I yang langsung ditinjau oleh Dansatrol Lantamal I Kolonel Laut (P) Wahyu Endriawan, S.H., M.H., Pada kesempatan tersebut Dansatrol mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya mempertahankan dan meningkatkan Profesionalisme Prajurit khususnya Personel Satrol Lantamal I sehingga mampu melaksanakan tugas pokok yg diemban. Latihan ini melibatkan seluruh Prajurit Satrol Lantamal I baik yg distaf maupun seluruh Unsur KRI Satrol Lantamal I.

(Penlantamal I)
[Publisher]

Senin, 19 November 2018

Wow Keren, Pesona Yaahowu Nias Festival 2018 Tampilkan Perang Magis



Ya'ahowu adalah ucapan umum di antara orang-orang Nias. Kata ini merupakan kata sapaan khas yang diberikan di pagi hari, siang atau malam, apabila saling bertemu pada berbagai kesempatan. Ucapan ini menjadi ciri khas Nias yang diputuskan dalam pertemuan para kepala suku, pemimpin dan pemuda suku Balugu, Tahenori, Si'ulu, dan Sala di Nias, yang diarsipkan oleh pemerintah Hindia Belanda pada 1919.

Kata Ya'ahowu terdiri dari dua kata, yaitu howu-howu yang berarti berkah. Bila ditambah dengan kata Ya, itu berarti semoga Tuhan memberkati Anda. Oleh karena itu, kata Ya'ahowu bermakna kesejahteraan dan berkah Yang Maha Kuasa sehingga dibalas juga dengan Ya'ahowu.

Ya’ahowu Nias Festival dimulai pada 16 November, memamerkan berbagai produk terbaik Nias. Berupa kerajinan tangan dan kuliner khas Nias. Juga akan digelar festival patung dan ukiran tradisional dengan menampilkan pengrajin terbaik dari seluruh Nias.

Tak hanya berhenti di sana festival ini juga menampilkan tarian perang Nias nan magis. Tentunya beruntung sekali kalau kita bisa menyaksikan berbagai atraksi budaya yang langka ini.

Ya’ahowu Nias Festival resmi dibuka oleh Gubernur Sumatera Utara Edi Rahmayadi, di Lapangan Orurusa, Teluk Dalam, Nias Selatan. Festival menampilkan berbagai tradisi budaya dan kuliner, juga tradisi legendari dari Nias, lompat batu kolosal sekaligus memecahkan rekor MURI, dilakukan oleh 100 pelompat batu.

Publisher: tatag buleng
[sumber]

Pada Saat Latihan Batalyon 023 Temukan Ladang Ganja



PANYABUNGAN (HK) – Dalam sela sela latihan Uji Siap Tempur (UST) Tingkat Regu di Perbukitan Tor Sihite Desa Rao Rao Dolok Kec Tambangan, Prajurit Batalyon Infanteri 123/RW menemukan lebih kurang tiga hektar ladang ganja siap panen, Jumat (16/11).

Dalam penemuan ladang ganja tersebut prajurit Yonif 123/RW langsung memusnahkannya di lokasi penemuan ladang ganja dan membawa barang bukti sebanyakb12 batang ke Mapolres Madina guna untuk penyelidikan lebih lanjut.

Penyerahan barang bukti pohon ganja tersebut kepada Polres Mandailing Natal diserahkan oleh Danyonif 123/RW Letkol Inf Rooy Candra Sihombing di dampingi oleh Kasi Ops Korem 023/KS dan Dansub CPM Panyabungan yang diterima langsung oleh Wakapolres Madina Kompol Tongku Bosar Pane di Mapolres Madina, Jumat (16/11) malam.

Danyonif 123/RW Letkol Inf Rooy Candra Sihombing kepada wartawan menjelaskan bahwa penemuan ladang ganja tersebut ketika mereka melaksanakan latihan UST di perbukitan tor sihite, dimana latihan tersebut merupakan perintah Komando atas yaitu Danrem 023/KS dimana latihan yang kami laksanakan jangan cuma rutinitas saja namun dipadukan dengan teritorial dan intelijen.

“Berkaitan dengan hal itu, kami jabarkan dan kami melaksanakan latihan di tempat tempat yang berdasarkan informasi yang kami terima baik dari Kodim maupun Korem ada kegiatan kegiatan ilegal seperti penanaman barang haram ganja tersebut, ternyata benar dua hari yang lalu secara tidak sengaja anggota menemukan ladang ganja sekitar 0,5 Ha,” ujar Rooy.

Berdasarkan penemuan tersebut kami melaksanakan teritorial kepada masyarakat; dan kami dapatkan informasi masih ada ladang ganja lainnya, setelah melaporkan kepada Komandan Korem Prajirit Yonif 123/RW melakukan pengendapan ataupun patroli ke ketinggian lebih kurang 1000 meter dari permukaan laut.

“Disitu kami menemukan sekitar 1 Ha ladang ganja yang sudah dipanen sekitar 1 bulan yang lalu, disitu kami hanya menemukan 500 batang pohon ganja sisa panen tersebut,” terang Danyonif.

Setelah itu Danyonif langsung memerintahkan anggotanya melelakukan penyisiran, ternyata setelah naik sekitar 1 Km ke atasnya lagi mereka menemukan 2 Ha ladang ganja yang siap panen.


“Setelah menemukan ladang ganja tersebut kami melaporkannya kepada Komandan Korem, petunjuk beliau kami melaksanakan kegiatan taktis maupun administrasi dengan mencabuti ladang ganja tersebut dan membakarnya di TKP, seterusnya sebagai barang bukti kami membawa sekitar 12 batang untuk diserahkan kepada pihak Kepolisian,” sebut Danyonif 123/RW.

Lebih lanjut Rooy mengatakan bahwa sebagai prajurit infanteri perbukitan tor sihite sangan cocok untuk latihan, untuk itu kita akan terus melaksanakan latihan di wilayah ini, apalagi wilayah ini juga merupakan latihan perang gerilya.

“Ini merupakan atensi bagi kami dan kami akan terus melakukan latihan di wilayah ini, karena TNI sudah menyatakan perang terhadap narkoba,” ahiri Rooy Candra. (penrem 023)
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done