Indo Warta: Tidore
Tampilkan postingan dengan label Tidore. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tidore. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 November 2018

Tim Mabesad mengunjungi Lokasi TMMD 103 Weda Selatan



Weda (05/10), Tim dari Inspektorat Jenderal Angkatan Darat melaksanakan Pengawasan dan Evaluasi pelaksanaan TMMD Ke-103 Kodim 1505/Tidore yang dilaksanakan di Kecamatan Weda Selatan Halmahera Tengah.

Tim Wasev yang dipimpin oleh Irutter Itum Itjenas Kolonel Inf Fajar Budiman, S.I.P dan Irdya-2/Wanwil Ititer Itjenad Letkol Inf Riki Budi M, S.Sos serta didampingi oleh Dansatgas Letkol Inf Yayat Priatna Prihatina dan Kasiter Korem Letkol Inf Laode M Sabarudin melakukan kunjungannya ke Kottis Satgas di Desa Kluting Jaya, rombongan disambut oleh Sekda Halteng Ir. H. Husen Nurdin, M.Si, Asisten I Ir. Rustam, Kapolres Halteng AKBP Yulianto, S.Ik, Kasi Intel Kajari Rully Lamusu, beserta para perwira Satgas dan Unsur Muspika serta para Kepala Desa.

Dalam kesempatan tersebut Dansatgas memberikan paparan tentang pelaksanaan TMMD ke-103 yang saat ini sudah rata-rata memasuki prosentase 90 % bahkan ada juga yang telah selesai hal tersebut dikarenakan pada pelaksanaan TMMD kali ini keterlibatan masyarakat sangat tinggi sehingga target pembangunan dapat selesai dengan cepat.

Sementara itu Sekda dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada TNI atas pelaksanaan TMMD ini karena sangat membantu dalam percepatan pembangunan Kab. Halteng dan kami akan selalu merindukan adanya kegiatan seperti ini di Kecamatan Lain di wilayah Halmahera Tengah.

Mengakhiri pertemuan tersebur Ketua Tim Wasev menyampaikan arahannya bahwa pada Tahun 90an kegiatan TMMD ini bernama AMD (Abri Masuk Desa) yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kembali rasa gotong royong di kehidupan masyarakat sehingga akan menciptakan rasa kebersamaan persatuan dan kesatuan serta terjalinnya kemanunggalan TNI dan Rakyat. (Penrem 152)

Senin, 05 November 2018

Sejarah Tidore - Sejarah Maluku Utara


Kerajaan tidore terletak di sebelah selatan Ternate. Menurut silsilah raja-raja Ternate dan Tidore, Raja Ternate pertama adalahMuhammad Naqal yang naik tahta pada tahun 1081 M. Baru pada tahun 1471 M, agamaIslam masuk di kerajaan Tidore yang dibawa oleh Ciriliyah, Raja Tidore yang kesembilan. Ciriliyah atau Sultan Jamaluddin bersedia masuk Islam berkat dakwah Syekh Mansur dari Arab.

Aspek Kehidupan Politik dan Kebudayaan
Raja Tidore mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Nuku (1780-1805 M). Sultan Nuku dapat menyatukan Ternate dan Tidore untuk bersama-sama melawan Belanda yang dibantu Inggris. Belanda kalah serta terusir dari Tidore dan Ternate. Sementara itu, Inggris tidak mendapat apa-apa kecuali hubungan dagang biasa. Sultan Nuku memang cerdik, berani, ulet, dan waspada.

Sejak saat itu, Tidore dan Ternate tidak diganggu, baik oleh Portugis, Spanyol, Belanda maupun Inggris sehingga kemakmuran rakyatnya terus meningkat. Wilayah kekuasaan Tidore cukup luas, meliputi Pulau Seram, Makean Halmahera, Pulau Raja Ampat, Kai, dan Papua. Pengganti Sultan Nuku adalah adiknya, Zainal Abidin. Ia juga giat menentang Belanda yang berniat menjajah kembali.


Aspek Kehidupan Ekonomi dan Sosial
Sebagai kerajaan yang bercorak Islam, masyarakat Tidore dalam kehidupan sehari-harinya banyak menggunakan hukum Islam . Hal itu dapat dilihat pada saat Sultan Nuku dari Tidore dengan De Mesquita dari Portugis melakukan perdamaian dengan mengangkat sumpah dibawah kitab suci Al-Qur’an.

Kerajaan Tidore terkenal dengan rempah-rempahnya, seperti di daerah Maluku. Sebagai penghasil rempah-rempah, kerajaan Tidore banyak didatangi oleh Bangsa-bangsa Eropa. Bangsa Eropa yang datang ke Maluku, antara lain Portugis, Spanyol, dan Belanda.

Kemunduran Kerajaan Tidore
Kemunduran Kerajaan Tidore disebabkan karena diadu domba dengan Kerajaan Ternate yang dilakukan oleh bangsa asing ( Spanyol dan Portugis ) yang bertujuan untuk memonopoli daerah penghasil rempah-rempah tersebut. Setelah Sultan Tidore dan Sultan Ternate sadar bahwa mereka telah diadu domba oleh Portugis dan Spanyol, mereka kemudian bersatu dan berhasil mengusir Portugis dan Spanyol ke luar Kepulauan Maluku. Namun kemenangan tersebut tidak bertahan lama sebab VOC yang dibentuk Belanda untuk menguasai perdagangan rempah-rempah di Maluku berhasil menaklukkan Ternate dengan strategi dan tata kerja yang teratur, rapi dan terkontrol dalam bentuk organisasi yang kuat. -adhykoepa
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done