Indo Warta: Sejarah
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Mei 2025

Gayatri Rajapatni Tokoh Wanita Dalam Kisah Majapahit

  Adalah watak Rajapatni Gayatri yang agung, sehingga mereka menjelma pemimpin besar sedunia, yang tiada tandingannya. Putri, menantu, dan cucunya menjadi raja dan ratu. Dialah yang menjadikan mereka penguasa dan mengawasi semua tindak tanduk mereka (Negarakrtagama, Bab 48) 


Cuplikan dari kitab Negarakrtagama inilah yang dipilih menjadi pembuka kisah hidup tentang Gayatri Rajapatni yang ditulis oleh mantan duta besar Kanada untuk Indonesia, Earl Drake. Siapa dan bagaimana peranan Gayatri Rajapatni dalam sejarah perjalanan kerajaan Majapahit hingga mencapai masa gemilangnya diungkap dengan gaya bahasa ringan dalam buku ini. Sebenarnya siapa itu Gayatri Rajapatni?
Gayatri Rajapatni, Perempuan di Balik Kejayaan Majapahit 


Tugas seorang bermoral adalah mengenali suatu tujuan yang mulia dan setia pada tujuan tersebut.
(Gayatri Rajapatni)

Arak-arakan menyambut Pangeran Wijaya dan pasukannya memasuki batas kota, mereka disambut oleh para menteri Jayakatwang dan diantarkan ke Daha, ibukota Kediri. Sementara itu di bangsal perempuan Keraton Kediri, Gayatri yang mendengar kedatangan Pangeran Wijaya untuk menyerahkan diri; penasaran dengan rencana apa yang akan dilakukan oleh kakak iparnya. Ia menerobos kerumunan warga di bibir jalan dan berdiri di deretan depan menunggu lewatnya perarakan.

Pangeran Wijaya yang tampan melangkah gagah, mengedarkan pandangan menyapu ke segala penjuru hingga hinggap pada sepasang mata belia yang juga sedang memandanginya. Mata mereka beradu sepersekian detik hadirkan seulas senyum di bibir Pangeran Wijaya, kini ia yakin adik iparnya Putri Gayatri selamat dari pertikaian di Singhasari. Tanpa mereka sadari, sebuah harapan diam-diam terajut di antara dua hati. Harapan yang bangkitkan gairah seiring datangnya sebuah pesan yang disampaikan pengawal Pangeran Wijaya dan menggetarkan sanubari Gayatri seperti yang dituliskan kembali dalam buku hariannya:

“Katakan kepada Putri agar jangan putus asa. Kakak sulungnya selamat dan kini tinggal di penampungan sementara kami di Madura. Kita harus tetap tenang sampai bisa kembali membangun kekuatan dan merebut kembali kerajaan. Untuk saat ini, biarkan Putri Gayatri, tinggal di sini sampai kami bisa menyelamatkan dan membawanya ke pangkuan sang Pangeran”

Penyerangan oleh Kerajaan Kediri

Asa perlahan bersemi dalam diri Gayatri untuk membangun kembali cita-cita sang ayahanda mewujudkan sebuah kerajaan pemersatu Nusantara. Dyah Dewi Gayatri Kumara Rajassa, putri bungsu dari empat orang anak perempuan Krtanagara, Raja Agung Singhasari. Gayatri yang dekat dengan sang ayah, sejak usia lima belas tahun menaruh minat yang tinggi pada tata negara, hukum, agama, teater dan yoga; sehingga sering menjadi teman diskusi raja membahas kelangsungan negara. Gayatri selamat dari penyerangan besar-besaran yang dilakukan oleh pasukan Jayakatwang dari Kerajaan Kediri ke Singhasari pada 1292 yang menewaskan ayahanda dan ibundanya. Kakak sulungnya Tribhuwana, istri dari Pangeran Wijaya kabur dari istana menyusul suaminya ke medan laga sedang dua kakaknya yang lain Mahadewi istri Pangeran Ardaraja putera Jayakatwang dan Jayendradewi dijadikan sandera dan dibawa ke Kediri.

Ketika istana Singhasari diserang oleh pasukan Kediri, Gayatri sedang asik belajar di kamar belakang sehingga luput dari pembantaian. Untuk menyamarkan dirinya Gayatri berganti nama menjadi Ratna Sutawan, menanggalkan baju kebesaran istana dan berpura-pura menjadi puteri pegawai rendahan keraton. Bersama Sodrakara pengasuhnya, mereka ikut diboyong ke Kediri menjadi tawanan dan ditempatkan di bangsal perempuan Keraton Kediri. Sebelum meninggalkan istana, ia meminta ijin kepada Sodrakara agar diantarkan melihat jasad orang tuanya untuk memberi sembah terakhirnya.

Ia raih tangan ayahnya yang dingin dan bersumpah akan mengabdikan diri untuk mengenangnya dan merawat apa yang telah diwariskannya. Sejenak kepedihan yang dalam menguasai dirinya, setelah itu ketakutan. Bagaimana ia bisa bertahan hidup seorang diri?

Gelar Rajapatni

Sejak pertemuannya kembali dengan Pangeran Wijaya, mereka menyusun rencana untuk membangun kembali sebuah dinasti baru dengan seorang pemimpin baru yang tetap mengusung visi Krtanagara untuk mempersatukan kerajaan-kerajaan di Jawa lewat pertemuan rahasia di Daha, Kediri. Di hutan Tarik, Pangeran Wijaya mulai menyusun strategi dan membangun basis Majapahit dengan bantuan sekutunya dari Madura. Mereka mempersiapkan penyerangan ke Kediri dengan bersekutu dengan pasukan Cina Mongol yang mendarat di Jawa pada 28 Maret 1293. Kediri akhirnya ditaklukkan pada 29 April 1293, Gayatri pun diselamatkan oleh Wijaya dan dibawa ke Majapahit. Beberapa minggu setelah dinobatkan menjadi raja Majapahit, Wijaya yang bergelar Krtarajasa Jayawardhana mempersunting Gayatri dan menganugerahinya gelar Rajapatni, Pendamping Raja.

Suasana negeri perlahan menjadi kondusif, Wijaya dan Gayatri bahu membahu membangun kerajaan baru Majapahit yang wilayahnya meliputi Kediri, Madura, Singhasari dengan ibukota Majapahit. Perhatian mereka tertuju pada kesejahteraan rakyat, memulihkan hubungan kebudayaan dan ekonomi dengan negeri jiran seperti India dan Cina. Gayatri yang cerdas nan bijaksana, menjadi penasihat dan pendamping raja yang senantiasa memberikan pandangan baru kepada Wijaya.

Gayatri atau Rajapatni, adalah yang termuda dan tercantik diantara mereka, laksana mutiara cemerlang yang menarik cinta dan simpati semua orang. Hubungannya dengan sang raja laksana Uma dan dewa Shiwa. Ia melahirkan dua puteri, yang tak lain adalah muara kebahagiaan.

Naiknya Jayanegara, Pangeran yang Tidak Dilahirkan Oleh Seorang Ratu

Sayang kebahagiaan mereka tak bertahan lama, awan duka menyelimuti Majapahit. Wijaya mendadak menghadap sang Budha di usia 46 tahun karena penyakit tumor ganas yang menyerangnya. Karena ketiadaan putera dari Gayatri, sebagai pengganti Wijaya, Jayanagara puteranya dari Dara Petek, puteri Melayu yang tak pernah diakui sebagai ratu diangkat menjadi raja. Jayanegara yang masih muda, berusia 16 tahun dengan watak yang keras memerintah tanpa memperhatikan aspirasi rakyatnya. Selama pemerintahan Jayanagara terjadi banyak pemberontakan, namun berhasil ditumpasnya dengan tangan besi dan terjun langsung ke medan perang. Pada masa pemerintahannya Jayanagara membentuk pengawal elit istana dimana salah seorang perwira seniornya berasal dari rakyat biasa. Karena jasanya dalam menumpas pemberontakan di kalangan istana, Gadjah Mada sang perwira senior ini mendapat kepercayaan raja dan karirnya pun menanjak tajam.

Gayatri yang pandai membaca karakter, mamahami bahwa kapasitas intelektual seseorang lebih penting untuk dinilai daripada asal-usul kelas sosialnya. Di mata Gayatri, Gadjah Mada yang cerdas dan menaruh minat pada seni pemerintahan; membuatnya terkesan. Tanpa sepengetahuan raja, diam-diam Gayatri mendekati Gadjah Mada, membuatnya merasa nyaman untuk menjalin komunikasi dengannya dan kedua putrinya. Gayatri terpanggil untuk menempa dan membimbing Gadjah Mada yang dikuasai jiwa muda yang menggebu-gebu. Perlahan Gayatri mulai mengendalikan dan menyusupkan doktrin ideologi serta kebijakannya ke dalam diri perwira muda yang gagah berani dengan pendekatan kekeluargaan tanpa disadari oleh Gadjah Mada.

Peran Sang Rajapatni yang Melahirkan Kerajaan Terbesar Di Jawa

Hubungan yang tidak harmonis antara Gayatri dan Jayanagara kian meruncing saat Jayanagara memaksa ingin menikahi dua adik tirinya, putri Gayatri dan Wijaya. Gayatri menggunakan pengaruhnya dan bersekongkol dengan Gadjah Mada untuk mengenyahkan Jayanagara. Dengan memanfaatkan konflik dan selisih paham yang terjadi diantara penghuni istana, Gadjah Mada mengatur siasat untuk menghilangkan raja tanpa menggunakan tangannya. Sebuah kebijakan yang sebenarnya memberatkan hati Gayatri yang sempat dibayangi rasa bersalah, namun harus dilakukan. Lewat sebuah operasi tumor yang gagal, Jayanagara dihabisi oleh sahabatnya Tancha ahli bedah yang tersulut emosinya karena berita perselingkuhan raja dengan istrinya yang disampaikan oleh Gadjah Mada.

Sudah menjadi kehendak Rajapatni yang agung bahwa mereka harus menjadi pemimpin besar dunia, yang tiada tandingan. Puteri, menantu dan cucunya menjadi raja dan ratu. Dialah yang menjadikan mereka penguasa dan mengawasi semua tindak-tanduk mereka.
Silsilah Singhasari, Rajapatni

Sepeninggal Jayanagara, Gayatri mengangkat putrinya Tribhuwana menjadi penguasa Majapahit. Darinya lahir putera mahkota Hayam Wuruk, lelaki pertama penguasa Singhasari dan Majapahit setelah kakeknya Krtanagara. Seiring dengan pergeseran singgasana, Gadjah Mada pun diangkat menjadi Mahapati Majapahit. Berkat kepiawaian Gadjah Mada yang menjadi utusan Majapahit dalam bernegosiasi, Bali pun berhasil melebur ke dalam wilayah kekuasaan Majapahit. Menjelang usia senja, ada kekhawatiran Gayatri dengan sikap keras kepala, agresif dan ketidaksabaran yang menggebu-gebut dalam diri sang Mahapatih bila tak ada yang bisa meredam dan mengimbanginya, terlebih jika dirinya telah tiada.

Sebelum tutup usia, Gayatri telah memikirkan langkah-langkah apa yang perlu dipersiapkan demi kelanjutan pemerintahan di Majapahit. Kepada putrinya Tribhuwana dan Gadjah Mada dia menyarankan untuk membentuk dewan penasihat baru bagi putera mahkota, pemimpin masa depan. Mengusulkan kepada kedua putri dan menantunya untuk membentuk dewan keluarga yang akan membimbing dan membantu Hayam Wuruk memahami seluk beluk kehormatan dinasti. Menyarankan Gadjah Mada untuk pensiun sebagai Mahapati saat Hayam Wuruk berusia 21 tahun dan memintanya membantu mencari dan membina calon penerus yang cakap dalam periode lima tahun mendatang.

Gayatri Rajapatni, Perempuan di Balik Kejayaan Majapahit, sebuah novel sejarah Majapahit yang dituturkan dengan bahasa yang mudah dimengerti dan tak membosankan karya Prof. Earl Drake, mantan Duta Besar Kanada untuk Indonesia (1982-1983). Gayatri Rajapatni, perempuan ningrat yang bersahaja dan rendah hati yang lebih banyak berada di belakang layar. Namanya tak banyak diangkat sehingga kurang bahkan tak dikenal dalam catatan perjalanan sejarah bangsa ini. Dialah pemberi inspirasi, penasehat dan guru spiritual bagi para pemimpin Majapahit. Dan dari tangannyalah lahir para pemimpin Majapahit yang tangguh.

Gayatri meninggal dengan tenang pada 1350 di usia 76 tahun sejalan dengan rencananya, di saat sang putri Tribhuwana turun dari singgasana dan menyerahkan kekuasaan kepada putera mahkota Hayam Wuruk.

Jiwaku kini tentram, aku bahagia menyaksikan negeri tercinta memasuki era perdamaian, kemakmuran dan pesatnya kebudayaan. Tapi janganlah terlena dengan keberlimpahan masa kini sehingga mengabaikan tugas dan tanggung jawab rohani. Mereka yang bergelimang kemewahan mungkin bakal lupa bahwa dunia yang mereka tempati adalah fana dan senantiasa dirongrong pertarungan antara “pengawal kebajikan” dan “utusan iblis”….Aku mendoakan agar para penguasa sanggup menjadi teladan yang arif dengan menyebarkan welas kasih untuk semua makhluk dan mendorong pengkhayatan akan nilai-nilai abadi.

Kejayaan Majapahit berakhir pada 1389 seiring perebutan kekuasaan pasca kematian Hayam Wuruk karena ketiadaan penerus tahta yang jelas.


[Sumber]

Kamis, 05 Desember 2019

Nasab Silsilah Lengkap Nabi Muhammad SAW




ABDULLAH, sang ayahanda.

Ketika beliau berjalan pada siang hari, aroma misik dan ambar menyebar dr tubuhnya. Dan ketika beliau berjalan pada malam hari, cahaya terang bagaikan lampu memancar dari wajahnya, karena itulah penduduk Mekkah menyebut beliau dgn sebutan Misbahul Harom (lampunya tanah harom).
ABDUL MUTHALIB, kakek pertama.

Nama aslinya adalah Syaibatul Hamdi (sehelai uban yg terpuji). Dinamakan begitu karena beliau lahir dalam keadaan mempunyai sehelai uban di rambut kepalanya.

Beliau digelari Abdul Muthalib karena ketika paman beliau yang bernama Muthalib pulang bersamanya dr kota Madinah dan memasuki kota Mekkah, para penduduk melihat cahaya di wajahnya yang memancar ke segala arah. Mereka pun menghampiri Sayyid Muthalib dan menanyakan siapakah anak yang bersamanya tersebut.

Sayyid Muthalib menjawab :
“Hadza ‘Abdii” (ini adalah hambaku, maksudnya : keponakanku).

Maka mereka pun berseru :

“Alangkah banyaknya cahaya dari Abdul Muthalib (keponakannya Muthalib), alangkah tampannya Abdul Muthalib.

Beliau wafat di Burman dan dimakamkan di Hajun (daerah Yaman). Beliau wafat dalam usia 140 tahun menurut pendapat yg mu’tamad. Ada yang mengatakan 110 tahun.

HASYIM, kakek kedua.
Nama aslinya adalah ‘Amr. Beliau digelari Hasyim (penumbuk) krn beliau pernah menumbuk daging lalu dijadikan Tsarid (makanan org Arab) yang kemudian dibagikan kepada kaumnya ketika musim paceklik.

Ketika beliau berjalan, bebatuan dan pepohonan yang beliau lewati berkata kepadanya :

“Bergembiralah wahai Hasyim, karena sesungguhnya nanti akan lahir darimu seorang Nabi yg akan menjadi penutup para nabi dan para Rasul.”

Para sejarahwan berbeda pendapat mengenai usia hidup beliau. Ada yang mengatakan 20 tahun, ada yang mengatakan 25 tahun.

ABDU MANAF, kakek ketiga.

Nama aslinya adalah Mughiroh. Beliau digelari Abdu Manaf (org yg tinggi) karena beliau adalah orang mulia di tengah kaumnya. Ada juga yang mengatakan karena beliau adalah org yang jangkung. Sebelumnya, beliau juga digelari Qomarul Bath-haa (rembulannya tanah Mekkah) krn ketampanannya.

Beliau adalah kakek ketiganya Baginda Nabi, kakek keempatnya Sayyidina Utsman, dan kakek kesembilannya Imam Syafi’i. Beliau wafat di Gaza, Palestina.

QUSHOYY, kakek keempat.

Nama aslinya adalah Mujammi’ (pemersatu). Dinamakan begitu karena melalui beliau ALLAH mempersatukan suku-suku keturunan Sayyid Fihr (Quroisy).
Beliau digelari Qushoyy (orang yang jauh) karena beliau pernah tinggal jauh dari sanak keluarganya yang berada di Mekkah. Ceritanya, setelah ayah beliau meninggal, ibu beliau (Fathimah binti Sa’ad) membawanya pergi ke Yaman dan tinggal bersama suku Qudlo’ah.

KILAB, kakek kelima (kalau dr garis ibu, beliau adalah kakek keempat).
Nama aslinya adalah Hakim. Beliau digelari Kilab (org yang banyak anjingnya) karena beliau hobi berburu menggunakan anjing pemburu.

MURROH, kakek keenam.
Beliau juga kakek keenamnya Sayyidina Abu Bakar. Nasab Imam Malik dan nasab Baginda Nabi juga bertemu di beliau.

KA’AB, kakek ketujuh.
Beliau dinamakan Ka’ab (bambu) karena beliau adalah orang yang tinggi/jangkung.
Beliau adalah kakek kedelapannya Sayyidina Umar.

LU-AYY, kakek kedelapan.

10.GHOLIB, kakek kesembilan.
Beliau dinamakan Gholib (pemenang) karena beliau selalu dapat mengalahkan musuh-musuhnya.

FIHR, kakek kesepuluh.
Nama aslinya adalah Quroisy. Keturunan beliau disebut Jama’ah Qurosyiyyah (golongan Quroisy).
MALIK, kakek kesebelas.
Beliau dinamakan Malik (pemilik) karena beliau adalah orang yang memiliki tanah Arab.

NADLOR, kakek keduabelas.
Nama aslinya adalah Qois. Beliau digelari Nadlor (org yg elok rupanya/tampan) karena wajahnya memancarkan cahaya.

KINANAH, kakek ketigabelas.
Beliau disebut dgn sebutan Kinanah (tukang sembunyi) karena beliau selalu berada di rumah persembunyian di tengah-tengah kaumnya. Ada yang mengatakan karena beliau selalu menyembunyikan (melindungi) kaumnya dan menjaga rahasia mereka.

KHUZAIMAH, kakek keempatbelas.
Beliau meninggal dalam keadaan memeluk millah (agama) Nabi Ibrohim AS.

MUDRIKAH, kakek kelimabelas.
Nama aslinya adalah ‘Amr . Kunyahnya/julukannya adalah Abu Hudzail. Beliau disebut dengan sebutan Mudrikah (orang yang mengejar sampai dapat) karena suatu ketika untanya melihat seekor kelinci lalu ia lari, kemudian beliau mengejarnya sampai dapat.

ILYAS, kakek keenambelas.
Beliau adalah orang yang pertama kali menggiring unta ke Baitul Harom untuk disembelih.
Dari tulang iga beliau terdengar bacaan talbiyah Baginda Nabi seperti bacaan talbiyah yang diucapkan ketika melaksanakan ibadah haji.
Kedudukan beliau di tengah bangsa Arab persis seperti kedudukan Luqman Al Hakim di tengah kaumnya.

MUDLOR, kakek ketujuhbelas.
Nama aslinya adalah ‘Amr. Beliau digelari Mudlor (orang yang suka masam/orang yang memikat hati) karena beliau menyukai susu masam, kalau sekarang mungkin disebut yoghurt. Ada juga yang mengatakan karena beliau selalu memikat hati org yang memandangnya. Orang yang memandangnya pasti langsung menyukainya, karena beliau adalah org yang tampan. Beliau juga orang yang paling bagus suaranya di antara kaumnya.

NIZAR, kakek kedelapanbelas.
Beliau disebut dengan sebutan Nizar (sedikit dagingnya) karena beliau adalah orang yang berbadan kurus. Di wajah beliau terpancar cahaya kenabian Baginda Nabi.
Beliau adalah orang yang pertama kali menulis kitab berbahasa arab.
Nasab Imam Ahmad bin Hambal dan nasab Baginda Nabi bertemu di beliau.

MA’ADD, kakek kesembilanbelas.
Beliau adalah orang yang mempersiapkan strategi perangnya Bani Israil. Jika beliau memerangi musuh pasti beliau menang. Sebagian ahli sejarah mengatakan bahwa beliau adalah Nabi Armiyaa AS.

‘ADNAN, kakek keduapuluh.
Beliau hidup pada zaman Nabi Musa.

Sumber : Kitab Madarijush Shu’ud.
Syaikh Muhammad Nawawi Banten.

Jumat, 12 Juli 2019

Kisah Wanita Pertama Yang Masuk Sorga


Suatu hari putri Nabi SAW. Fatimah Az Zahra ra. bertanya kepada Rasulullah SAW., siapakah wanita pertama yang memasuki surga setelahUmmahatul Mukminin setelah istri-istri Nabi SAW.? Rasulullah bersabda: Dialah Mutiah.

Berhari-hari Fatimah Az Zahra berkeliling kota Madinah untuk mencari tahu keberadaan siapa Mutiah itu dan dimana wanita yang dikatakan oleh Nabi SAW. itu tinggal. Alhamdulillah dari informasi yang didapatkannya, Fatimah mengetahui keberadaan dan tempat tinggal Mutiah di pinggiran kota Madinah.

Atas ijin suaminya Ali bin Abi Thalib, maka Fatimah Az Zahra dengan mengajak Hasan putranya untuk bersilaturahmi ke rumah Mutiah pada pagi hari. Sesampainya di rumah Mutiah, maka Fatimah yang sudah tidak sabar segera mengetuk pintu rumah Mutiah dengan mengucapkan salam.

“Assalaamu’alaikum ya ahlil bait.” Dari dalam rumah terdengar jawaban seorang wanita, “Wa’alaikassalaam … siapakah diluar?” lanjutnya bertanya. Fatimah menjawab, “Saya Fatimah putri Muhammad SAW.” Mutiah menjawab, “Alhamdulillah, hari ini rumahku dikunjungi putri Nabi junjungan alam semesta.”

Segera Mutiah membuka sedikit pintu rumahnya, dan ketika Mutiah melihat Fatimah membawa putra laki-lakinya yang masih kecil (dalam riwayat masih berumur 5 tahun). Maka Mutiah kembali menutup pintu rumahnya kembali, terkagetlah Fatimah dan bertanyalah putri Nabi SAW kepada Mutiah dari balik pintu.

“Ada apa gerangan wahai Mutiah? Kenapa engkau menutup kembali pintu rumahmu? Apakah engkau tidak mengijinkan aku untuk mengunjungi dan bersilaturahim kepadamu?”

Mutiah dari balik pintu rumahnya menjawab, “Wahai putri Nabi, bukannya aku tidak mau menerimamu di rumahku. Akan tetapi keberadaanmu bersama dengan anak laki-lakimu Hasan, yang menurut ajaran Rasulullah tidak membolehkan seorang istri untuk memasukkan laki-laki ke rumahnya ketika suaminya tidak ada di rumah dan tanpa ijin suaminya. Walaupun anakmu Hasan masih kecil, tetapi aku belum meminta ijin kepada suamiku dan suamiku saat ini tidak berada dirumah. Kembalilah besok biar aku nanti meminta ijin terlebih dahulu kepada suamiku.”

Tersentaklah Fatimah Az-Zahra mendengarkan kata-kata wanita mulia ini, bahwa argumentasi Mutiah memang benar seperti yang diajarkan ayahnya Rasulullah SAW. Akhirnya Fatimah pulang dengan hati yang bergejolak dan merencanakan akan kembali besok hari.

Pada hari berikutnya ketika Fatimah akan berangkat ke rumah Mutiah, Husein adik Hasan rewel tidak mau ditinggal dan merengek minta ikut ibunya. Hingga akhirnya Fatimah mengajak kedua putranya Hasan dan Husein. Dengan berpikir bahwa Mutiah sudah meminta ijin kepada suaminya atas keberadaannya dengan membawa Hasan, sehingga kalau dia membawa Husein sekaligus maka hal itu sudah termasuk ijin yang diberikan kepada Hasan karena Husein berusia lebih kecil dan adik dari Hasan.

Namun ketika berada didepan rumah Mutiah, maka kejadian pada hari pertama terulang kembali. Mutiah mengatakan bahwa ijin yang diberikan oleh suaminya hanya untuk Hasan, akan tetapi untuk Husein Mutiah belum meminta ijin suaminya.

Semakin galau hati Fatimah, memikirkan begitu mulianya wanita ini menjunjung tinggi ajaran Rasulullah SAW. dan begitu tunduk dan tawaddu’ kepada suaminya.

Pada hari yang ketiga, kembali Fatimah bersama kedua anaknya datang ke rumah Mutiah pada sore hari. Namun kembali Fatimah mendapati kejadian yang mencengangkan, dia terkagum. Mutiah didapati sedang berdandan sangat rapi dan menggunakan pakaian terbaik yang dipunyai dengan bau yang harum, sehingga Mutiah terlihat sangat mempesona.



Dalam kondisi seperti itu, Mutiah mengatakan kepada Fatimah bahwa suaminya sebentar lagi akan pulang kerja dan dia sedang bersiap-siap menyambutnya. Subhanallah, kita merindukan istri yang demikian. Yaitu ketika suami pulang kerja dia berusaha menyambutnya dengan kondisi sudah mandi, sudah berdandan, sudah memakai pakaian yang bagus, dan siap menyambut kedatangan suami di halaman rumah dengan senyuman terindah penuh kasih dan sayang. Ya Allah, jadikanlah istri-istri kami seperti Mutiah.

Akhirnya Fatimah pulang kembali dengan kekaguman yang tak terperi kepada Mutiah. Dan pada hari yang keempat, Fatimah datang kembali ke rumah Mutiah lebih sore dan berharap bahwa suaminya sudah berada di rumah atau sudah pulang dari kerja. Dan Alhamdulillah memang pada saat Fatimah datang, suami Mutiah baru saja sampai di rumah pulang dari kerja.

Fatimah dan kedua anaknya Hasan dan Husein dipersilahkan masuk oleh Mutiah dan suaminya ke rumahnya. Fatimah melihat sebuah pemandangan yang jauh lebih mengesankan dibanding dengan yang dihadapinya sejak hari pertama. Mutiah sudah menyiapkan baju ganti yang bersih untuk suaminya, sambil menuntun suaminya ke kamar mandi. Mutiah terlihat mulai melepaskan baju suaminya, dan mereka berdua hilang masuk ke bilik kamar mandi. Dan yang dilakukan oleh Mutiah adalah memandikan suaminya. Subhanallah… Tsumma Subhanallah.

Selesai memandikan suaminya, Fatimah menyaksikan Mutiah menuntun suaminya menuju ke tempat makan. Dan suaminya sudah disiapkan makanan dan minuman yang dimasaknya seharian. Sebelum memakan makanan yang sudah disiapkan, Mutiah masuk ke dalam rumah dan keluar dengan membawa cambuk sepanjang 2 meter dan diberikan kepada suaminya dengan mengatakan.

“Wahai suamiku, seharian aku telah membuat makanan dan minuman yang ada didepanmu. Sekiranya engkau tidak menyukai dan tidak berkenan atas masakan yang aku buat, maka cambuklah diriku.”

Tanpa bertanya apa-apa, Fatimah sudah memahami apa yang dikatakan oleh ayahnya Rasulullah SAW. tentang wanita pertama penghuni surga setelah para istri Nabi yaitu Mutiah.

Fatimah pulang menangis haru dan bahagia karena sudah mendapatkan jawaban bagaimana istri yang sholihah. Seperti yang ada pada diri Mutiah, yang mendapatkan kehormatan sebagai wanita yang paling dahulu memasuki surga Allah SWT.


Sumber: kisahislamiah.blogspot.com

Kisah Penuh Makna Dari Seorang Bapak Tua Di Pinggiran Jalan




Alkisah ada seorang penjual gorengan yang selalu menyisakan buntut singkong goreng yang tak terjual. Dia selalu memberikan sisa gorengan tersebut pada seorang bocah yang sering main di tempatnya mangkal.


Tanpa terasa, sudah lebih dari 20 tahun dia menjalani usahnya itu. Namun tidak ada perubahan yang berarti; usahanya tetap begitu2 saja.

Suatu hari, datang seorang pria membawa mobil mewah, lalu berhenti di depan gerobak gorengannya. Pria itu bertanya, “Ada gorengan buntut singkong, Pak?”

Si tukang gorengan lantas menjawab, “Nggak ada, Mas.”

“Saya kangen sama buntut singkongnya, Pak. Dulu waktu kecil, ketika ayah saya baru meninggal, tidak ada yang membiayai hidup saya. Teman-teman saya mengejek saya karena tidak bisa beli jajanan. Tapi waktu itu, Bapak selalu memberi buntut singkong goreng kepada saya, setiap kali saya main di dekat gerobak bapak,” ujar pria muda itu.

Tukang gorengan terperangah. “Yang saya berikan dulu kan cuma buntut singkong.. Kenapa kamu masih ingat saya?”

“Bapak tidak sekadar memberi buntut singkong, tapi juga sudah memberikan kebahagiaan dan harapan buat saya. Saya mungkin tidak bisa membalas budi baik Bapak. Tapi, saya ingin memberangkatkan Bapak ke Tanah Suci. Semoga Bapak bahagia,” lanjut pria itu.

Si tukang singkong goreng hampir tidak percaya. Hanya sebuah kebaikan/sedekah kecil tapi mendatangkan berkah yang begitu besar!

Taubat Sang Penunggang Kuda Di Tangan Ibnu Mubarak


Ibnu Mubarak rahimahullah dalam kitabnya al-Jihad dari Hasan bin Rabi’ berkata, “Ada seorang penunggang kuda bertopeng dari kaum Muslimin yang keluar. Dia membunuh seorang penunggang kuda dari kelompok musuh yang telah membunuh orang Islam. Maka, kaum Muslimin meneriakkan takbir karena keberaniaannya.Dia langsung menyusup ke kerumuman orang banyak dan tidak ada satu pun orang yang mengenalinya.”
 
Hasan bin Rabi’ berkata, “Akan tetapi aku mengikutinya sampai akhirnya aku memintanya dengan bersumpah pada Allah agar dia membuka topengnya. Aku pun mengenalinya dan ternyata dia adalah Abdullah Ibnu Mubarak.”
 
Aku bertanya kepadanya, “Apakah kamu telah menutup-nutupi dirimu, padahal Allah swt. telah memberikan kemenangan besar lewat “tangan dan keberanianmu?”
 
Dia menjawab,  “Apa yang telah aku lakukan untuk-Nya. Dia Mahatahu atas segala apa pun.”
 
Kemudian ada seorang penunggang kuda dari barisan musuh yang keluar. Ibnu Mubarak segera memanggilnya. Lantas datang waktu shalat, Ibnu Mubarak meminta si penunggang kuda yang musyrik untuk menjauh sedikit karena dia akan melaksanakan shalat dua rakaat. Ketika dia telah menyelesaikan shalatnya, orang musyrik itu berkata kepadanya, “Dan aku pun harus shalat!!”
 
Si penunggang kuda yang musyrik itupun shalat dengan menghadap ke matahari. Ketika dia sujud, Ibnu Mubarak berkata, “Terbetik dalam benakku untuk mengkhianatinya, namun tiba-tiba aku mendengar suara yang aku sendiri tidak dari mana asalnya, ‘…dan penuhilah janji, karena janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya.’ (al-Israa`:  34)
 
Aku pun menjauhi pengkhianatan itu. Ketika si penunggang kuda musyrik itu bertanya kepadaku, “Kenapa kamu bergerak?”
 
Aku menjawab, “Aku ingin mengkhianatimu, akan tetapi aku diperintahkan untuk menjauhinya.”
 
Dia berkata, “Yang memerintahkanmu untuk menjauhi khianat telah memerintahkanku untuk beriman.”
 
Setelah itu si penunggang kuda itu masuk ke dalam barisan orang-orang Islam, si penunggang kuda yang tadinya musyrik kini pindah dari barisan musyrik ke barisan iman dan pasukan pembela kebenaran. Dan begitulah keimanan memperlakukan para pemiliknya dan kita telah menyaksikan bahwa memenuhi janji harus tetap dilakukan baik kepada orang Islam atau kepada non-Islam, dan kita tidak seperti orang-orang Yahudi yang mengatakan, “Tidak ada jalan atas kami bagi orang-orang selain Yahudi.”
 
Ummi adalah orang-orang selain Yahudi yang boleh untuk dikhianati dan boleh memperlakukan apa saja terhadap mereka walaupun hal tersebut dilarang dalam agama Yahudi, mereka bisa melakukan itu. Allah swt. telah mencela perbuatan mereka seperti itu dalam kitab-Nya Al-Qur’anul Karim dan telah memerintahkan kita untuk selalu menepati janji.

Minuman Herbal Alami Menghilangkan Bunyi Dengkur Pasangan Ketika Tidur





Mendengkur dapat mengganggu siapa juga yang tidur bersama Anda. Bila Anda setiap malam senantiasa dibangunkan oleh pasangan, lantaran kebisaan jelek Anda yang mengganggu tersebut, pasti Anda akan terganggu serta frustasi, bukan? Serta ini pasti akan mengurangi kwalitas tidur Anda.

Salah satu penyebab kenapa Anda dapat mendengkur yaitu adanya kelebihan lendir. Oleh karena itu, bila Anda bisa kurangi jumlah lendir yang menumpuk di tenggorokan serta penumpang hidung, berarti Anda bisa mencegah atau kurangi mendengkur.



Cara gampang serta sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan konsumsi juice di bawah ini. Juice ini bakal menolong Anda menghilangkan lendir berlebih, sebagai penyebab utama mendengkur.

Juice ini sudah menolong banyak orang untuk tingkatkan gizi serta kesehatan mereka. Bahan-bahan yang terdapat juga tawarkan lebih banyak nutrisi. Kami sarankan untuk menggunakan buah serta sayuran organik untuk bikin juice ini, karena tak mengandung pestisida serta kerancuan bahan kimia yang product non-organik punyai.

Bahan untuk satu jumlah :

1/4 lemon
1 ruas jahe
2 buah apel
2 buah wortel

Cara bikin :

Haluskan semua bahan serta juice siap diminum. Proses membuatnya akan tidak mengonsumsi saat lebih dari 6 menit.

Aturan gunakan :

Mengkonsumsi juice ini sebagian jam sebelumnya tidur untuk menyingkirkan mendengkur.

Selain minum juice ini, Anda juga butuh hindari makanan tertentu, karena makanan-makanan ini bisa bikin dengkuran Anda jadi lebih kronis, di antaranya :

- Mengkonsumsi terlalu banyak makanan olahan
- Minum alkohol berlebihan
- Mengkonsumsi sangat banyak makanan yang digoreng
- Makanan berupa serbuk
- Makan terlalu banyak cokelat

Sumber : Healthy Food House
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done